JAKARTA –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai etalase budaya terbaik di tingkat nasional. Pada puncak perayaan HUT ke-51 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (1/5/2026), Anjungan Kalsel sukses menyabet predikat Terbaik 1 dalam ajang bergengsi Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 untuk kategori resolusi terbaik.

Prestasi ini menjadi raihan dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya Kalsel juga dinobatkan sebagai yang terbaik pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang mewakili Gubernur H. Muhidin.

Keberhasilan Kalsel menyisihkan 12 nomine lainnya—termasuk provinsi besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali—bukan tanpa alasan. Dewan juri memberikan penilaian tinggi atas konsistensi dan kelengkapan Kalsel dalam enam aspek fundamental pengelolaan anjungan.

Aspek tersebut meliputi revitalisasi fisik, manajemen pelayanan publik, aktivasi kegiatan seni budaya kreatif, penguatan narasi edukatif, kolaborasi dengan komunitas, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian budaya. Anjungan Kalsel dinilai berhasil bertransformasi dari sekadar ruang pamer menjadi pusat aktivitas kreatif yang otentik dan adaptif bagi pengunjung.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Ariadi Noor, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan agar capaian ini tidak membuat jajaran pengelola menjadi lengah.

“Bapak Gubernur berpesan agar prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan. Jangan cepat puas, jadikan ini dorongan untuk terus berinovasi agar budaya Kalsel tetap relevan bagi generasi muda,” ujar Ariadi usai menerima penghargaan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen menjadikan anjungan sebagai pusat promosi terpadu yang tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga mengintegrasikan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pradana Nitya Budaya TMII Awards bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut penghargaan ini sebagai instrumen strategis untuk memacu daerah dalam menghadirkan program budaya yang orisinal.

Fadli merujuk pada amanat konstitusi Pasal 32 ayat (1) sebagai landasan negara dalam memajukan kebudayaan nasional. Ia juga mengingatkan kembali visi sejarah TMII yang diinisiasi sejak 51 tahun lalu sebagai etalase keberagaman Nusantara.

“Negara menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai budayanya. TMII harus terus kita jaga agar tetap menjadi ruang edukasi dan promosi budaya bangsa yang relevan di tengah peradaban dunia,” tegas Fadli.

Sebagai informasi, dalam ajang ini, Bali menempati peringkat kedua, sementara Jawa Tengah berada di posisi ketiga. Hasil ini mempertegas peta persaingan antardaerah dalam menampilkan identitas terbaik mereka di jantung ibu kota.


Catatan: Keberhasilan Anjungan Kalsel mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat wajah budaya daerah di panggung nasional.(Adpim/lenka)

Bagikan: