PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ditegaskan tidak boleh berhenti sebatas rutinitas seremonial dan pengibaran bendera semata. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, menekankan bahwa momentum 17 Agustus harus dijadikan refleksi mendalam untuk merumuskan arah dan wajah masa depan bangsa yang berakar kuat pada sejarah perjuangan para pahlawan.

“HUT RI ke-81 bukan sekadar seremonial. Ia melainkan wajah masa depan bangsa yang terlahir dari kandungan masa lalu. Ia adalah sejarah perjuangan,” tegas Bebie di Puruk Cahu, saat memberikan pandangannya dalam momentum peringatan HUT RI ke-81, Minggu (16/8)

Bebie menjelaskan bahwa setiap sang saka Merah Putih yang dikibarkan hari ini memuat pengingat atas pengorbanan para pendahulu. Karena itu, setiap langkah dan kebijakan pembangunan yang dirumuskan saat ini akan menjadi penentu arah perjalanan Indonesia—khususnya Kabupaten Murung Raya—dalam 10, 20, hingga 50 tahun mendatang.

Sebagai pimpinan Komisi II DPRD Murung Raya yang membidangi sektor ekonomi dan pembangunan, Bebie mendorong agar nilai serta semangat perjuangan 1945 ditransformasikan menjadi bahan bakar utama dalam pengawasan dan pelaksanaan agenda pembangunan daerah. Menurutnya, penghormatan terhadap sejarah harus diwujudkan secara konkret melalui kebijakan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti sejumlah prioritas pembangunan yang harus diperkuat, di antaranya pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pembinaan generasi muda agar tetap memiliki akar historis yang kuat.

“Kalau kita lupa sejarah, kita akan kehilangan arah masa depan. Tapi kalau kita belajar dari sejarah, maka masa depan Murung Raya dan Indonesia akan lebih kokoh,” ujar Politikus yang berlatar belakang akademis tersebut.

Lebih lanjut, Bebie mengungkapkan bahwa pada usia ke-81 tahun, Indonesia telah melewati fase awal mempertahankan kemerdekaan. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut melalui pembangunan yang adil dan merata.

Ia menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan hari ini baru terealisasi jika mampu menghadirkan masyarakat yang sejahtera, generasi muda yang cerdas, sektor pertanian yang berdaya, serta daerah yang maju tanpa mengikis nilai-nilai luhur perjuangan bangsa.

(Muslim)