PURUK CAHU —LENTERAKALIMANTAN.NET Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik publik. Di tengah dinamika pembangunan daerah, politisi senior ini menilai masukan masyarakat—sekalipun bernada pedas—merupakan vitamin esensial bagi kesehatan demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Johansyah di Puruk Cahu, Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa kritik dan aduan warga terkait berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pertanian, adalah pemicu lahirnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Sebagai pengemban amanah rakyat, kritik dari berbagai sumber adalah hal yang lumrah. Justru kritik menjadi pemicu munculnya ide-ide konstruktif untuk mengatasi berbagai keluhan pembangunan,” ujar Johansyah.

Vitamin Demokrasi dan Prinsip Kebenaran

Johansyah, yang membidangi sektor Perekonomian dan Pembangunan, memandang beragam bentuk kritik—baik pedas, sedang, maupun halus—sebagai aspirasi murni yang wajib ditampung oleh lembaga legislatif. Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Murung Raya bersikap terbuka dan tidak anti terhadap kritik.

Dalam pandangannya, transparansi dan akuntabilitas hanya dapat tercapai jika lembaga perwakilan rakyat aktif mendengarkan suara akar rumput. Berbekal latar belakang keilmuan Magister Ilmu Pemerintahan, ia turut memegang teguh prinsip moral universal dalam menjalankan tugas pengabdiannya.

“Sampaikanlah satu kebenaran walaupun itu pahit untuk didengar,” tegas Johansyah.

Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi cerminan komitmen nyata DPRD untuk mengutamakan keadilan substantif alih-alih pencitraan semata di era keterbukaan informasi saat ini.

Mendorong Partisipasi Aktif Masyarakat

Di era digital dan keterbukaan informasi publik dewasa ini, di mana saluran aspirasi semakin beragam melalui media sosial maupun forum tatap muka, Johansyah mengajak warga Murung Raya untuk tidak ragu bersuara jika menemukan ketimpangan di lapangan.

“Kritik yang membangun adalah energi bagi kami untuk bekerja lebih keras, transparan, dan akuntabel. Jangan diam jika melihat ada yang salah. Sampaikan, dan kami akan perjuangkan,” pungkasnya.

Sikap keterbukaan yang ditunjukkan pimpinan Komisi II DPRD Murung Raya ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif, sekaligus mengoptimalkan pengawasan partisipatif demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Muslim)