KALSEL LENTERAKKALIMANTAN.NET

HAKA Padel Tournament 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga padel di Kalimantan Selatan. Turnamen yang digelar di Borneo Padel Banjarmasin pada 9–12 April 2026 ini sukses menyedot 186 peserta dari berbagai daerah, bahkan hingga luar provinsi.

Tingginya partisipasi tersebut menegaskan tren padel yang tengah berkembang pesat di Banua. Tidak hanya diikuti peserta dari Banjarmasin dan Banjarbaru, ajang ini juga menarik atlet dari Tapin hingga Surabaya, menandakan daya tarik olahraga ini semakin meluas.

Ketua pelaksana, Ahmad Adi Safrianto, menyebut turnamen kali ini mempertandingkan lima kategori, yakni Beginner Men, Beginner Women, Bronze Men, Bronze Women, dan Silver Men. Ia menilai antusiasme tinggi peserta menjadi indikator kuat bahwa padel kini mulai digemari berbagai kalangan.

“Event padel sebelumnya memang sudah ada, namun kali ini menjadi yang pertama karena sudah berada di bawah naungan federasi,” ujarnya.

Turnamen ini juga mencatat sejarah sebagai ajang padel pertama di Kalsel yang terafiliasi resmi dengan Persatuan Bulutangkis Padel Indonesia (PBPI), sehingga memiliki legitimasi dalam pembinaan olahraga tersebut.

Dari sisi prestasi, atlet lokal mulai menunjukkan taring. Gelar juara pada kategori Silver Men berhasil diraih putra daerah, menjadi sinyal positif bahwa atlet padel Kalsel mampu bersaing di level nasional.

Sementara itu, di kategori Beginner Men, pasangan Daffa Kusuma Aji dan Revy Marcelio tampil dominan dengan kemenangan meyakinkan 6-1 di partai final. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa regenerasi atlet padel di daerah berjalan cukup baik.

Daffa mengaku awalnya hanya bermain padel untuk hiburan. Namun, intensitas latihan yang meningkat membuatnya serius menekuni olahraga ini hingga berhasil meraih gelar juara.

“Awalnya hanya untuk bersenang-senang, tapi setelah sering bermain dan ikut turnamen, akhirnya bisa meraih juara di HAKA Padel ini,” ungkapnya.

Melihat tren yang terus meningkat, penyelenggara optimistis masa depan padel di Kalimantan Selatan sangat cerah. Namun, tingginya minat masyarakat juga diharapkan diimbangi dengan penambahan fasilitas, mengingat lapangan yang ada saat ini hampir selalu penuh.

Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi perkembangan olahraga padel di Banua menuju level yang lebih tinggi(mckalsel/lnk).

Bagikan: