PURUK CAHU –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas rapor. Menurutnya, tata krama, adab, dan etika merupakan modal dasar yang jauh lebih krusial untuk ditanamkan sejak dini dalam ekosistem pendidikan.

Tuti menegaskan bahwa pembentukan karakter anak adalah tanggung jawab kolektif yang menuntut sinergi tanpa celah antara lingkungan rumah dan sekolah.

Legislator dari Bumi Tana Malai Tolung Lingu ini menyoroti tren negatif di mana orang tua dan guru kerap terjebak dalam aksi saling tuding saat anak mengalami masalah perilaku atau penurunan prestasi.

“Anak adalah cerminan didikan kita bersama. Pola saling menyalahkan antara rumah dan sekolah hanya akan merugikan anak. Jika ada persoalan, duduk bersama mencari solusi, bukan mencari kambing hitam,” ujar Tuti di Puruk Cahu, Selasa (29/4/2026).

Tuti menjabarkan pembagian peran yang ideal. Meski orang tua disibukkan dengan urusan nafkah dan rumah tangga, memberikan arahan serta masukan yang bermanfaat bagi anak harus tetap menjadi prioritas utama.

“Di rumah, orang tua harus mengutamakan pelayanan dan bimbingan. Di sekolah, guru adalah orang tua kedua yang meneruskan pembinaan tersebut. Kalau di rumah diajarkan hormat, lalu di sekolah dikuatkan dengan disiplin, maka lahirlah generasi Murung Raya yang cerdas sekaligus berakhlak,” tambahnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Tuti mendorong penguatan instrumen komunikasi seperti:

“Pendidikan adalah tentang membentuk manusia seutuhnya. Semua itu dimulai dari tata krama,” pungkasnya. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ekosistem pendidikan di Murung Raya agar tetap humanis, religius, dan berkarakter kuat.(Lkg)


Bagikan: