BANJARMASINLENTERAKALIMANTAN.NET

Ekosistem seni pertunjukan Indonesia kini tak lagi hanya bertumpu pada estetika di atas panggung, melainkan juga kematangan manajemen produksi. Guna menjaring potensi dari daerah, Bakti Budaya Djarum Foundation memboyong program “Bincang Kreatif Seni Pertunjukan” ke Banjarmasin, Kamis (7/5/2026).

Bertempat di Lecture Theater FISIP Universitas Lambung Mangkurat, acara yang diikuti 200 praktisi dan mahasiswa seni ini menjadi pemantik awal bagi program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026. Melalui tema “Dari Ide ke Panggung”, para peserta ditantang untuk mentransformasikan gagasan mentah menjadi karya profesional yang kompetitif.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk komitmen jangka panjang dalam membangun industri seni yang inklusif.

“Kami ingin mendorong pelaku seni, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya berani berkarya tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan ide menjadi karya yang matang. Ruang Kreatif hadir kembali sebagai bentuk komitmen membangun ekosistem yang lebih kuat dan profesional,” ujar Billy dalam keterangan resminya.

Dua mentor kawakan dihadirkan untuk membedah anatomi pertunjukan yang ideal. Koreografer internasional, Eko Supriyanto, menekankan bahwa karya yang kuat lahir dari kepekaan sosial.

“Proses kreatif tidak pernah berdiri sendiri; ia berangkat dari pengalaman, riset, dan dialog dengan lingkungan sekitar. Tantangannya adalah mengolahnya menjadi bahasa artistik yang jujur namun tetap terhubung dengan penonton luas,” papar Eko.

Senada dengan Eko, Chriskevin Adefrid, praktisi seni sekaligus produser BEKARYA, menyoroti titik lemah yang sering dialami seniman lokal: manajemen produksi.

“Banyak karya dengan ide kuat gagal naik panggung karena kurangnya perencanaan matang. Manajemen menyatukan visi artistik dengan realitas teknis dan sistem kerja yang terstruktur,” jelas Chriskevin.

Bincang kreatif ini merupakan gerbang menuju kompetisi proposal Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026. Program ini mengundang WNI berusia 18-35 tahun yang tergabung dalam komunitas seni untuk mengirimkan ide karya mereka paling lambat 31 Mei 2026.

Sebanyak 13 proposal terbaik yang terpilih akan mendapatkan fasilitas intensif berupa:

  • Dana produksi maksimal Rp35 juta.

  • Workshop onsite di Jakarta pada Agustus 2026.

  • Mentoring eksklusif dari para pakar industri.

  • Pementasan karya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada akhir tahun 2026.

Tahapan Seleksi Ruang Kreatif 2026:

  • Juni 2026: Seleksi administratif (100 besar) dan tahap 25 besar.

  • Juli 2026: Pitching proposal dan pengumuman 13 pemenang.

  • Agustus – November 2026: Proses mentoring dan produksi.

  • November – Desember 2026: Pentas final di Jakarta.

“Melalui kehadiran kami di Banjarmasin, kami berharap semakin banyak pelaku seni lokal yang masuk dalam peta ekosistem nasional secara berkelanjutan,” tutup Billy.

Pendaftaran dan detail teknis dapat diakses melalui situs resmi IndonesiaKaya.com atau akun Instagram @ruang.seni.pertunjukan.


Tentang Bakti Budaya Djarum Foundation Berdiri sejak 1986, Djarum Foundation terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lima bakti utamanya. Di sektor budaya, melalui Galeri Indonesia Kaya dan Taman Indonesia Kaya, lembaga ini telah mendukung lebih dari 5.000 kegiatan budaya guna memperkenalkan kekayaan nusantara secara gratis kepada publik.

Bagikan: