
MURUNG RAYA, LENTERAKALIMANTAN.net – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos, melontarkan kritik substantif terkait arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada ambisi pembangunan fisik semata. Menurutnya, investasi pada sektor pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar utama yang tidak bisa ditawar demi masa depan kabupaten.
“Tanpa SDM yang sehat dan cerdas, pembangunan fisik sebesar apa pun tidak akan berdampak jangka panjang. Infrastruktur akan kehilangan makna jika tidak diimbangi manusia yang mampu mengelolanya,” ujar Rejikinoor saat diwawancarai wartawan di Murung Raya, baru-baru ini, Senin (6/7)
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, DPRD Murung Raya kini tengah memperketat pengawasan terhadap alokasi APBD. Rejikinoor mendesak agar formulasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan riil di sektor akar rumput, seperti fasilitas sekolah, puskesmas, serta kesejahteraan guru dan tenaga medis.
Fokus utama yang dibidik oleh legislatif adalah pemerataan layanan hingga ke area pedesaan dan wilayah terpencil. Targetnya rigid: memangkas angka putus sekolah dan mengeliminasi hambatan biaya pengobatan bagi warga miskin.
“Pendidikan dan Kesehatan adalah pondasi dasar dalam membangun daerah yang maju, sehat, dan cerdas. Tidak boleh ada anak putus sekolah karena akses, dan tidak boleh ada warga menunda berobat karena biaya,” tegas politisi senior tersebut.
Lebih lanjut, Rejikinoor menjelaskan bahwa investasi di sektor pendidikan bukan sekadar urusan administratif untuk mengejar selembar ijazah. Secara filosofis dan praktis, tujuannya adalah melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, kritis, dan siap bersaing di kancah nasional.
Di sisi lain, penguatan sektor kesehatan dipandang sebagai langkah preventif (pencegahan). Dengan menjamin kesehatan warga, pemerintah daerah dapat mencegah munculnya beban sosial-ekonomi baru yang berpotensi menghambat produktivitas serta meredam potensi generasi muda.
Kendati mendesak komitmen penuh dari eksekutif, Rejikinoor mengingatkan bahwa cetak biru (blueprint) “Murung Raya Sehat dan Cerdas” ini tidak akan terwujud tanpa partisipasi aktif publik. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak pasif dan mulai memaksimalkan fasilitas publik yang telah disediakan negara.
Menyekolahkan anak secara tuntas, rutin memeriksakan kesehatan, serta disiplin menjaga pola hidup bersih dinilai sebagai kontribusi nyata warga dalam pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan pemerintah. Dibutuhkan gerak bersama antara negara dan warga,” pungkasnya optimis. Sinergi inilah yang diyakini mampu membawa Murung Raya mencetak generasi emas yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara moral.











