MURUNG RAYALENTERAKALIMANTAN.NET-

Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat meresmikan Aula Christian Center di kawasan Gereja Elioteria Christian Center pada Rabu (8/7/2026). Fasilitas multi-fungsi ini diproyeksikan menjadi simbol baru kerukunan antarumat beragama sekaligus ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di daerah tersebut.

Peresmian yang berlangsung khidmat ini bertepatan dengan rangkaian agenda Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Murung Raya Heriyus, Ketua DPRD Rumiadi, unsur Forkopimda, serta para tokoh agama dan jemaat setempat.

Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran gedung berarsitektur modern ini merupakan bentuk nyata dukungan legislatif terhadap penguatan sarana prasarana yang berbasis kerukunan. Menurutnya, fungsi gedung ini melampaui sekat keagamaan.

“Peresmian Aula Christian Center hari ini adalah wujud nyata komitmen DPRD dalam mendukung peningkatan kualitas sarana prasarana yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Murung Raya,” ujar Rumiadi saat memberikan sambutan.

Rumiadi menambahkan bahwa gedung ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari pelatihan, seminar, hingga dialog publik.

“Keberadaan aula ini melampaui fungsi keagamaan. Ia adalah ruang strategis untuk dialog publik, pengembangan keterampilan, pendidikan, dan penguatan nilai kebangsaan di tengah keberagaman,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Murung Raya Heriyus menjelaskan bahwa konsep pembangunan aula ini memang sengaja dibuka untuk umum guna mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara kolektif.

“Kami mendesain Aula Christian Center bukan hanya untuk kegiatan gereja, tetapi untuk seluruh warga Murung Raya. Tempat ini diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, dan menjadi pusat pengembangan potensi SDM kita,” kata Heriyus.

Merespons hal tersebut, Rumiadi kembali menekankan pentingnya menjaga nilai kolaboratif yang telah ditunjukkan oleh seluruh elemen dalam pembangunan fasilitas ini.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat yang terjalin dalam pembangunan aula ini harus menjadi teladan. Semoga fasilitas ini menjadi rumah bersama yang mempererat silaturahmi, menumbuhkan gotong royong, dan melahirkan gagasan-gagasan untuk kemajuan daerah,” ungkap Ketua DPRD.

Melalui peresmian ini, eksekutif, legislatif, dan lembaga keagamaan seperti GKE berharap dapat membangun ekosistem kemitraan yang lebih erat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama masyarakat Murung Raya dalam mewujudkan daerah yang maju, rukun, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

Jurnalis: Suara akar rumput

Bagikan: