PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Kabupaten Murung Raya resmi menjadi pusat perhatian nasional seiring ditunjuknya Kota Puruk Cahu sebagai tuan rumah Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang berlangsung pada 7 hingga 13 Juli 2026. Agenda gerejawi lima tahunan ini dinilai bukan sekadar ritus keagamaan, melainkan momentum strategis bagi daerah untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus memperkuat diplomasi sosial di kancah nasional.

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan kehormatan besar yang menuntut kesiapan penuh dari seluruh elemen daerah. Menurutnya, kesuksesan acara berskala nasional ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah daerah semata.

“Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan. Ini panggung bagi Murung Raya menunjukkan kesiapan, keramahan, dan semangat gotong royong kita kepada Indonesia. Kita harus tampil sebagai tuan rumah yang melayani dengan hati,” ujar politikus yang akrab disapa Apen tersebut saat diwawancarai pada Selasa, 7 Juli 2026.

Sebagai forum tertinggi, Sinode Umum GKE memiliki peran vital dalam menentukan arah haluan pelayanan gereja untuk lima tahun ke depan. Di sinilah ruang evaluasi, konsolidasi, hingga perumusan kebijakan strategis organisasi gereja digodok oleh para pengambil keputusan.

Apen, yang juga legislator dari Fraksi Partai Gerindra, menjelaskan bahwa tantangan zaman yang kian kompleks menuntut GKE untuk melahirkan keputusan yang membumi. “Melalui sinode, GKE akan merumuskan visi pelayanan yang relevan dengan tantangan zaman. Keputusan yang lahir di sini diharapkan mampu menjawab kebutuhan jemaat dan memperkuat peran gereja di tengah masyarakat,” kata Apen menerangkan dimensi rohani dari perhelatan ini.

Di luar dimensi spiritual, perhelatan yang dihadiri oleh ribuan utusan dari berbagai provinsi ini diproyeksikan bakal memicu efek domino (multiplier effect) bagi perekonomian hilir di Puruk Cahu. Sektor jasa, perhotelan, UMKM, hingga pariwisata lokal dipastikan akan mendapat suntikan omzet segar selama sepekan ke depan.

Sutrisno mendorong para pelaku usaha mikro dan industri kreatif di Murung Raya untuk memanfaatkan lonjakan pergerakan manusia ini dengan memberikan pelayanan prima. Strategi ini dinilai sebagai cara promosi daerah yang paling organik dan efektif.

“Harapannya, setiap peserta pulang membawa dua hal: berkat iman dan kesan baik tentang Murung Raya. Itu akan menjadi promosi paling efektif bagi daerah kita,” tuturnya optimistis.

Sebagai penutup, ditekankan pula pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan merawat tenun toleransi. Murung Raya selama ini dikenal memiliki modal sosial yang kuat dalam hal keberagaman, dan sinode ini akan menjadi pembuktian atas predikat tersebut.

Apen mengajak seluruh lapisan masyarakat—tanpa memandang latar belakang—untuk bahu-membahu menciptakan suasana yang kondusif selama acara berlangsung.

“Mari kita sambut saudara-saudara kita dari berbagai daerah dengan sukacita. Jaga keamanan, jaga ketertiban, dan tunjukkan bahwa Murung Raya adalah rumah bersama yang damai. Dengan itu, Sinode Umum XXV GKE akan menjadi sejarah baik bagi kita semua,” pungkasnya.

Jurnalis: Suara akar rumput

Bagikan: