PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Di tengah hiruk-pikuk pesta rakyat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., mendatangi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Area Alun-alun Jorih Jerah, Pasar Minggu, Puruk Cahu. Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut memilih berinteraksi langsung dengan pedagang kaki lima tanpa pengawalan protokoler maupun pendampingan resmi.

Langkah ini diambil untuk melihat secara langsung kondisi perekonomian warga di tingkat tapak sekaligus menyerap aspirasi para pedagang kecil di tengah momen peringatan kemerdekaan. Barlin tampak menyusuri lapak demi lapak, berbincang mengenai kondisi penjualan, serta mendengarkan keluh kesah harian para pedagang yang mengais rezeki di area tersebut.

Kehadiran wakil rakyat ini mendapat respons positif dari para pedagang pasar. Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa pendekatan informal yang dilakukan Barlin membuat komunikasi terasa lebih terbuka.

“H. Barlin bukan saja seorang anggota DPRD. Beliau lebih dikenal di kalangan masyarakat kelas bawah dan dijuluki sebagai sosok yang merakyat tanpa sekat,” ujar salah satu pedagang di lokasi pada, Minggu (16/8/26)

Di sela-sela kunjungannya, Barlin menegaskan pentingnya keberpihakan kebijakan terhadap keberlangsungan sektor informal. Menurutnya, pemulihan dan penguatan ekonomi daerah bergantung pada ketahanan daya beli masyarakat serta keberlanjutan usaha kecil.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk kepedulian sosial, budaya tradisional, dan toleransi keberagaman bagi seluruh lapisan masyarakat Bumi Tana Malai Tolung Lingu. UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Kalau UMKM kuat, maka ekonomi Murung Raya juga akan kuat,” tegas H. Barlin kepada awak media.

Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Murung Raya yang membidangi sektor perekonomian dan pembangunan, peninjauan lapangan ini menjadi catatan penting dalam pengawasan fungsi anggaran dan kebijakan daerah. Melalui interaksi langsung di Pasar Minggu, diharapkan aspirasi para pedagang kecil dapat terakomodasi dalam program penguatan ekonomi daerah ke depan, sehingga nilai kemerdekaan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kelas menengah ke bawah.

(Muslim)