PURUK CAHULENTERAKALIMANTAAN.NET-

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 menjadi momentum krusial bagi DPRD Kabupaten Murung Raya untuk menyuarakan arah pembangunan daerah. Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa kemerdekaan sejati baru dapat terwujud jika keadilan sosial dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, dari kawasan perkotaan hingga ke pelosok desa.

Seruan tersebut disampaikan Rumiadi bersama jajaran Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Murung Raya dalam rangka memperingati Dirgahayu RI ke-81 di Puruk Cahu. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mengikis ketimpangan antarwilayah dan antarwilayah sektor di Kabupaten Murung Raya.

“Selaras dengan pesan Proklamasi kemerdekaan, kami menyoroti pentingnya penerapan keadilan yang seimbang. Tanpa adanya ketimpangan di segala segi: infrastruktur, sosial budaya, kesehatan, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, hingga pelayanan publik dan penciptaan lapangan pekerjaan,” tegas Rumiadi, Jumat (14/8)

Rumiadi menambahkan, sektor-sektor mendasar tersebut merupakan fondasi utama dalam mendorong kualitas hidup warga di bumi Tana Malai Tolung Lingu. Menurutnya, makna kemerdekaan tidak boleh sebatas seremonial atau perayaan rutin tahunan, melainkan harus dibuktikan melalui hadirnya kesejahteraan riil di tengah masyarakat.

“Kemerdekaan dapat terwujud pada saat rakyat merasakan keadilan itu merata. Keadilan bisa dirasakan ketika kesejahteraan bukan lagi impian dalam khayalan, tetapi nyata. Nyata di Kabupaten, nyata di Kota, hingga ke penjuru Desa,” ujar Rumiadi.

Pernyataan ini menegaskan komitmen legislatif Murung Raya untuk terus mengawal perumusan dan pelaksanaan kebijakan daerah agar senantiasa berorientasi pada kepentingan publik. DPRD Murung Raya juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha sektor swasta, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan prinsip keadilan sebagai kompas utama pembangunan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan akses pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang responsif, kepastian ketahanan pangan bagi petani, serta ketersediaan lapangan kerja bagi generasi muda di daerah. (Muslim)