TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET
Celah penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kini dalam bidikan serius aparat. Pada Kamis (14/5/2026) petang, tim gabungan yang terdiri dari Polres Tabalong, Subdenpom XXII/2-4 Tanjung, dan Satpol PP Kabupaten Tabalong menggelar patroli skala besar untuk memastikan distribusi energi tepat sasaran dan bersih dari praktik “mafia” pengisian berulang.

Langkah preventif ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Tabalong, Kompol Abdul Fatah, bersama Kasat Opsnal, PELTU T. Tambunan dari Subdenpom, serta Kasatpol PP Tabalong, Drs. Fauzi. Fokus utama operasi adalah memantau titik-titik krusial penyaluran, terutama di SPBU Gunung Batu dan SPBU Kasiau di Kecamatan Murung Pudak.

Patroli ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan upaya deteksi dini terhadap praktik modifikasi tangki kendaraan dan penimbunan ilegal. Di lapangan, petugas menyisir antrean panjang untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melakukan pengisian berkali-kali secara mencurigakan.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, menegaskan bahwa pengawasan ini adalah bentuk komitmen menjaga stabilitas distribusi di wilayahnya.

“Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap aman, tertib, dan tidak disalahgunakan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengawasan dengan menggunakan BBM bersubsidi sesuai ketentuan,” tegas Iptu Heri Siswoyo pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Selain melakukan penertiban, petugas memberikan peringatan keras kepada pengelola SPBU agar patuh pada regulasi. Saat ini, terdapat lima SPBU di Tabalong yang menjadi penyalur utama Bio Solar dan masuk dalam daftar pengawasan ketat, yakni:
◾SPBU Maburai (Kecamatan Murung Pudak)
◾SPBU Mantuil (Kecamatan Muara Harus)
◾SPBU Hikun (Kecamatan Tanjung)
◾SPBU Muara Uya (Kecamatan Muara Uya)
◾SPBU Kasiau (Kecamatan Murung Pudak)

Hingga patroli berakhir pada petang hari, situasi dilaporkan kondusif tanpa ditemukan indikasi pelanggaran menonjol. Namun, pihak berwenang memastikan bahwa aksi “Giat Senyap” seperti ini akan terus dilakukan secara berkala dan acak. Langkah ini diambil untuk menutup ruang gerak oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi di atas hak masyarakat kecil terhadap BBM subsidi.

 

Bagikan: