
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pembentukan karakter generasi muda tidak berhenti saat api unggun perkemahan padam. Prinsip inilah yang ditekankan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, saat resmi menutup agenda Penguatan Karakter Siswa SMA Negeri/Swasta se-Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan intensif yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (28/8/2026), merupakan kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel bersama Kwarda Pramuka Kalsel. Agenda ini dirancang khusus untuk memperkuat benteng moral dan kepemimpinan para pelajar di tengah tantangan zaman.
Fathul Jannah menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta yang berhasil menuntaskan seluruh tahapan pelatihan. Materi pembelajaran mencakup pemantapan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian sosial, hingga pembinaan mental pantang menyerah.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa ujian sesungguhnya bagi seorang anggota Pramuka baru dimulai setelah kegiatan ini usai.
“Karakter tidak dibentuk hanya selama mengikuti perkemahan atau kegiatan Pramuka seperti ini. Karakter dibuktikan setelah kembali ke sekolah, kembali ke rumah, dan kembali ke tengah masyarakat,” tegas Fathul Jannah.
Istri Gubernur Kalsel ini juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral untuk menyongsong masa depan daerah maupun nasional.
“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar, tetapi membutuhkan generasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Adik-adik adalah bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Kalimantan Selatan dan Indonesia di masa depan,” tambah Fathul Jannah.
Secara khusus, Fathul Jannah menyampaikan penghargaan kepada jajaran Disdikbud Kalsel, tim pelatih, panitia, serta seluruh pihak yang berkontribusi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjadikan Gerakan Pramuka sebagai pilar utama pembinaan pemuda Kalsel yang berprestasi, berjiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi pada masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Dong, menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran sentral sebagai wadah pendidikan nonformal yang efektif membentuk watak serta kecakapan hidup (life skills).
Atas dasar tersebut, Bidang Pengembangan Pendidikan Disdikbud Kalsel menilai integrasi kepramukaan dalam program penguatan karakter siswa SMA menjadi sebuah kebutuhan mendesak.
Pelaksanaan agenda tahun ini melibatkan:
-
Peserta: 167 siswa SMA Negeri dan Swasta yang mewakili 13 Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota se-Kalsel.
-
Tim Pelatih: 6 instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kalsel.
-
Fasilitator & Panitia: 6 fasilitator Kwarda Pramuka Kalsel dan 17 panitia teknis dari Disdikbud Kalsel.
Melalui sinergi ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat pelatihan, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekolah dan komunitas masing-masing. (ADPIM/lenka)

