PERMATA INTAN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ruang pertemuan di Kelurahan Muara Bekanon, Kecamatan Permata Intan, mendadak riuh pada Rabu, 1 Juli 2026. Di hadapan Johansyah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, warga menumpahkan kepatutan yang bertahun-tahun mengendap: krisis air bersih, jalan yang rusak parah, hingga kepungan peredaran narkoba yang mulai menyasar remaja setempat.
Sebagai wilayah berstatus kelurahan, Muara Bekanon menghadapi ironi struktural. Berbeda dengan desa yang ditopang langsung oleh Dana Desa (DD), kelurahan sangat bergantung pada birokrasi anggaran daerah yang kerap berjalan lamban.
“Kami menerima banyak aspirasi yang dicurhatkan masyarakat, di mana persoalan air bersih dan akses jalan menjadi faktor utama yang dikeluhkan. Perlu diperhatikan bahwa Muara Bekanon merupakan kelurahan, bukan desa, yang notabene tidak seleluasa pemerintah desa dalam mengalokasikan anggaran pedesaan,” ujar Johansyah seusai menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2026 tersebut.
Keluhan warga tidak berhenti pada urusan urat nadi perekonomian dan kebutuhan dasar. Dalam serap aspirasi tersebut, politikus Fraksi PPP ini juga mencatat rentetan persoalan sosial-ekonomi yang mencekik warga sub-urban ini.
Masyarakat melaporkan minimnya sarana serta prasarana pendidikan dan kesehatan, kelangkaan tenaga medis di fasilitas pelayanan terdekat, hingga melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat lokal.
“Masalah narkoba di kalangan remaja, sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) lokal, hingga beberapa kebutuhan masyarakat yang bersifat sosial budaya juga menjadi bagian dari aspirasi yang kami terima,” tambah Johansyah.
Menanggapi rentetan persoalan tersebut, Johansyah menegaskan seluruh keluhan telah didokumentasikan untuk dibawa ke parlemen. Namun, berkaca pada keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan status Muara Bekanon sebagai kelurahan, ia bersikap realistis mengenai target realisasi.
“Semua aspirasi sudah kami catat, insyaallah setidaknya 30% dari seluruh usulan yang masuk, kami akan berusaha agar bisa terealisasikan untuk kemajuan Kelurahan Muara Bekanon,” pungkasnya.











