MARABAHAN, LENTERAKALIMANTAN.NET – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, membuka secara resmi gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel di Lapangan 5 Desember Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu malam, 20 Juni 2026. Di tengah seremonial akbar tersebut, Muhidin menyelipkan peringatan keras mengenai dampak negatif era digital yang kian mengikis tradisi religius generasi muda di Banua.

Dalam sambutannya, Muhidin menyoroti bagaimana arus teknologi modern—mulai dari media sosial hingga game online—telah menjadi distraksi utama yang menjauhkan anak-anak dari interaksi dengan kitab suci.

“Berbagai macam tayangan hiburan, media sosial, game online, serta gaya hidup modern terkadang menjadi penghalang dan melalaikan kita untuk istiqamah dalam membaca Al-Qur’an, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda,” ujar Muhidin di hadapan ribuan pasang mata yang memadati arena utama.

Sebagai langkah konkret, Muhidin mendesak para orang tua di Kalimantan Selatan untuk membangun benteng pertahanan spiritual di rumah. Ia mengajak masyarakat kembali menghidupkan tradisi mengaji di waktu-waktu sakral keluarga. “Saya mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak membaca Al-Qur’an sejak dini, minimal setelah salat Maghrib, agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Tak hanya menyoroti pergeseran moralitas digital, Gubernur juga memberikan atensi khusus pada integritas pelaksanaan lomba. Ia memperingatkan Dewan Hakim dan Dewan Juri agar menjaga marwah kompetisi dengan penilaian yang jujur, objektif, dan profesional.

“Kepada Dewan Hakim dan Dewan Juri, ulun (saya) berpesan agar senantiasa menilai secara sportif. Ini adalah Al-Qur’an, jangan dipermainkan,” tegas Muhidin.

Sementara kepada 1.391 kafilah yang datang dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel, Muhidin meminta agar kompetisi ini dilandasi niat ibadah, bukan sekadar mengejar trofi materi. “Jika nanti tidak mendapatkan juara, jangan berkecil hati. Menampilkan bacaan Al-Qur’an di hadapan Allah SWT adalah kebanggaan yang besar,” katanya memotivasi.

Senada dengan Gubernur, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menegaskan bahwa esensi dari tema MTQ kali ini—“Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Batola Satu (Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul)”—adalah pembentukan karakter riil masyarakat, bukan sekadar kosmetik acara.

“Melalui MTQ ini, diharapkan masyarakat tidak hanya gemar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehingga terbentuk pribadi yang unggul, berbudaya, dan berkarakter,” kata Bahrul Ilmi didampingi Wakil Bupati H. Herman Susilo.

Bahrul menambahkan, Pemkab Batola berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menyokong program keagamaan demi menghadirkan keberkahan dan iklim daerah yang sejuk serta damai.

Perhelatan yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 26 Juni 2026 ini melombakan sembilan cabang utama yang terbagi dalam 27 golongan, termasuk cabang eksibisi seperti Barzanji dan Hadis Nabi. Berdasarkan data panitia, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan mengirimkan delegasi terbesar dengan masing-masing 130 peserta, disusul tuan rumah Barito Kuala, Kotabaru, dan Tanah Laut yang masing-masing memboyong 120 kafilah.

Upacara pembukaan ini dimeriahkan oleh defile kontingen, penampilan Drum Band Corps Bahana Ije Jela Marabahan, dan ditutup secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kalsel serta pengibaran bendera MTQ.

Turut hadir dalam acara ini unsur Forkopimda Kalsel, anggota DPRD, para kepala daerah se-Kalsel, Ketua MUI Kalsel, para habaib, alim ulama, serta tokoh masyarakat Banua. (Adpim/lnk)

Bagikan: