
MARABAHAN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 26 Juni 2026. Meski dibayangi keterbatasan fasilitas akomodasi, panitia memastikan pelayanan bagi para kafilah tetap menjadi prioritas utama.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Batola, Zulkipli Yadi Noor, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci untuk menambal celah kekurangan infrastruktur. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengurus LPTQ bersama Panitia Bidang Musabaqah di Aula Selidah, Marabahan, Jumat, 3 April 2026.
“Tidak ada pencapaian besar tanpa koordinasi dan kolaborasi,” tegas Zulkipli saat memberikan arahan di depan para pengurus.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah keterbatasan jumlah penginapan formal bagi ribuan peserta yang akan datang dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Untuk menyiasati hal ini, panitia mengambil langkah taktis dengan melibatkan masyarakat lokal.
Pengurus LPTQ, Abdurahman, mengungkapkan bahwa rumah-rumah warga di sekitar lokasi kegiatan telah dipetakan sebagai tempat menginap para kafilah. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh peserta mendapatkan tempat tinggal yang layak selama kompetisi berlangsung.
Namun, panitia juga memberikan fleksibilitas bagi daerah lain yang menginginkan standar fasilitas berbeda. Beberapa kabupaten diperkirakan akan memilih opsi penginapan di Banjarmasin sebagai alternatif.
“Panitia tidak membatasi pilihan tersebut, karena masing-masing daerah memiliki cara tersendiri dalam memberikan fasilitas terbaik bagi kafilahnya, guna menjaga kenyamanan dan konsentrasi selama mengikuti perlombaan,” ujar Zulkipli.
Zulkipli Yadi Noor menyadari bahwa menjadi tuan rumah MTQ bukan sekadar menyelenggarakan perlombaan, melainkan mempertaruhkan nama baik daerah. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh panitia untuk memperkuat kolaborasi di setiap tahapan persiapan, mulai dari teknis perlombaan hingga pelayanan tamu.
Kabupaten Barito Kuala berkomitmen memberikan pelayanan maksimal meski di tengah keterbatasan. Fokus utama panitia saat ini adalah memastikan ritme kerja antarbidang tetap sinkron menjelang pelaksanaan di bulan Juni mendatang.(Kominfo/lnk)












