PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Menjelang fajar Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sebuah ajakan reflektif muncul dari jantung pemerintahan Kabupaten Murung Raya. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., menekankan bahwa ibadah qurban tahun ini harus melampaui ritual penyembelihan hewan semata, melainkan menjadi momentum krusial untuk menumbuhkan keikhlasan dan merajut kembali kohesi sosial.
Menurut Rejikinoor, hewan qurban berupa sapi, kambing, atau domba sejatinya adalah tamsil atau simbol dari sebuah nilai yang lebih besar: kepatuhan absolut dan pengikisan ego manusia. Ia mengingatkan masyarakat untuk meneladani keteguhan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail.
“Sapi, kambing, dan domba hanya perantara. Yang lebih penting adalah makna sedekah qurban yang tersimpan di dalamnya, yaitu berbagi rezeki, menghapus jarak sosial, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama,” ujar legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut pada Selasa (12/5/2026).
Dalam narasinya, Rejikinoor menyoroti fenomena kesibukan duniawi yang kerap merenggangkan ikatan kemasyarakatan. Iduladha dianggap sebagai “ruang jeda” untuk menata kembali niat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Berbuatlah sesuatu yang terbaik. Jika saja kita tidak bisa menyenangkan orang lain, setidaknya pastikan kita mampu menciptakan suasana yang bahagia dan nyaman bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hakikat berkurban adalah keberanian untuk mengurangi “keakuan” atau sifat mementingkan diri sendiri demi kepentingan kolektif yang lebih luas.
Sebagai wakil rakyat, Rejikinoor berharap semangat spiritual ini bertransformasi menjadi tindakan nyata di Bumi Tira Tangka Balang. Ia menitipkan tiga pesan utama bagi warga Murung Raya dalam merayakan Iduladha:
-
Menjaga kondusivitas wilayah selama perayaan.
-
Distribusi tepat sasaran, memastikan daging qurban menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
-
Merawat toleransi, menjadikan momentum ini sebagai perekat antarumat beragama.
“Kebaikan yang kita tanam saat Iduladha akan menjadi energi sosial untuk membangun daerah yang humanis dan harmonis,” imbuh Rejikinoor.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh warga menjadikan Iduladha 1447 H sebagai titik tolak untuk memberi manfaat, sekecil apa pun itu. “Semoga kita semua diberi kekuatan untuk berbuat terbaik. Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.
(Lkg)











