
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.i,
MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Insiden petir yang menghantam sebatang pohon kelapa di kawasan G Bondang, Kecamatan Murung, pada Senin (6/4/2026), menjadi alarm keras bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Di tengah ketidakpastian anomali cuaca, kewaspadaan kolektif kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menghindari korban jiwa.
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.i, mengimbau warga untuk memperketat protokol keselamatan mandiri. Menurutnya, karakteristik cuaca ekstrem saat ini menuntut respons cepat dari setiap individu agar risiko fatalitas akibat sambaran petir dapat ditekan seminimal mungkin.
“Keselamatan diri dan keluarga adalah prioritas utama. Saya mengajak masyarakat untuk saling peduli dan menjaga satu sama lain dengan mematuhi prosedur keselamatan yang ada,” ujar Imanudin dalam keterangannya.
Berdasarkan tinjauan situasi di lapangan, Imanudin merumuskan lima poin krusial yang wajib dipatuhi masyarakat saat cuaca memburuk:
◾Sterilisasi Perangkat Elektronik: Hindari penggunaan ponsel pintar atau gadget lainnya secara aktif. Langkah ini krusial untuk mencegah risiko gangguan arus pendek atau korsleting yang dipicu oleh aktivitas elektromagnetik di atmosfer.
◾Menjauh dari Transmisi Listrik dan Jaringan: Warga diminta tidak berada di dekat terminal kabel listrik maupun perangkat pemancar Wi-Fi. Area ini berpotensi menjadi jalur konduksi petir yang sangat berbahaya.
◾Prioritaskan Perlindungan Indoor: Tetaplah berada di dalam bangunan yang kokoh. Hindari area basah atau ruang terbuka yang membuat tubuh manusia menjadi titik tertinggi dan sasaran empuk sambaran petir.
◾Hindari Material Konduktor: Jaga jarak aman dari benda-benda berbahan logam, seperti pagar besi, tiang listrik, hingga kendaraan bermotor, yang memiliki sifat menarik muatan listrik petir.
◾Kepatuhan pada Otoritas: Selalu pantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan patuhi instruksi keselamatan dari pihak berwenang di wilayah masing-masing.
Selain poin-poin teknis di atas, politisi ini juga menekankan pentingnya memantau perubahan awan dan arah angin secara berkala. Imanudin mengingatkan bahwa cuaca ekstrem seringkali datang tanpa peringatan dini yang panjang.
“Jangan menunggu hujan deras turun baru mencari perlindungan. Begitu mendengar guntur atau melihat kilat, segera lakukan langkah mitigasi. Mari kita jaga diri dan lingkungan sekitar dengan tetap siaga,” pungkasnya.(Lkg)











