MURUNG RAYALENTERAKALIMANTAN.NET-

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Murung Raya membidik momentum Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) 2026 sebagai titik balik transformasi literasi dan penyelamatan arsip daerah. Perhelatan akbar berskala nasional yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 di Murung Raya ini dinilai menjadi peluang strategis untuk mempromosikan potensi sejarah, budaya, dan literasi lokal ke kancah nasional.

Kepala Dispusip Murung Raya, Ernawati, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan langkah konkret menjadikan literasi dan pelestarian arsip sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus penyangga memori kolektif bangsa.

“Perpustakaan bukan sekadar gedung berisi buku. Ia harus menjadi pusat peradaban yang inklusif, terbuka untuk semua, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat. Arsip pun demikian, ia adalah bukti sejarah dan identitas kita sebagai bangsa,” ujar Ernawati pada Senin, 7 Juli 2026.

Guna mengejawantahkan visi tersebut di tengah hiruk-pikuk Sinode GKE, Dispusip Murung Raya langsung menggeber empat strategi penguatan yang adaptif dan terukur:

  • Ekspansi Layanan Berbasis Komunitas: Memperluas jangkauan armada perpustakaan keliling serta mendirikan pojok baca di berbagai gereja, sekolah, rumah ibadah, hingga pelosok desa demi pemerataan akses pengetahuan.

  • Akselerasi Digitalisasi Arsip Daerah: Memigrasikan arsip konvensional ke sistem digital terpadu untuk menjamin aspek keamanan, keterlacakan, dan kemudahan akses dokumen sejarah pemerintahan.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi dengan GKE dan organisasi keagamaan lainnya untuk membumikan literasi bertema toleransi, kebangsaan, keadilan, serta pelestarian kebudayaan lokal.

  • Peningkatan Kompetensi SDM: Menempa kapasitas pustakawan dan arsiparis agar cakap digital dan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan di masyarakat.

Ernawati secara jeli melihat adanya korelasi filosofis yang kuat antara fungsi Dispusip dan tema besar Sinode Umum XXV GKE, yakni “Hiduplah sebagai terang yang membawa kebaikan, keadilan dan kebenaran”.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kebenaran melalui data, menjaga keadilan melalui informasi yang akuntabel, dan menebar kebaikan melalui akses pengetahuan. Ini yang akan kami jadikan arah kerja Dispusip ke depan,” tegas Ernawati.

Di akhir penjelasannya, Ernawati menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya serta Panitia Sinode atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah forum tertinggi GKE ini.

“Dengan sinergi pemerintah, gereja, dan masyarakat, kami optimis perpustakaan dan arsip akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Murung Raya yang berdaya saing, berbudaya, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Jurnalis: Sauara akar rumput

Bagikan: