BANJARMASIN, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Antusiasme warga Banjarmasin mengikuti Gebyar Lomba Nyanyi Lagu Dangdut membuat panitia membatasi jumlah peserta. Sebanyak 100 penyanyi dangdut dari berbagai jenjang usia akhirnya terdaftar dalam kompetisi yang digelar di kawasan Siring Pemerintah Kota Banjarmasin.
Ajang tahunan yang digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dan HUT ke-81 Republik Indonesia itu resmi dibuka pekan ini di panggung Siring Pemko Banjarmasin. Kompetisi tersebut sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Banjarmasin.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, S.STP., M.Si., mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR membuka langsung perlombaan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Dinjaya, mengatakan jumlah peserta yang mendaftar sebenarnya berpotensi lebih dari 100 orang. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan membuat panitia harus menetapkan kuota.
“Alhamdulillah, pelaksanaan acara Gebyar Lomba Nyanyi Dangdut ini pesertanya kurang lebih 100 orang. Itu pun masih banyak yang mau mendaftar, namun karena keterbatasan waktu, kita batasi paling banyak 100 orang,” ujar Dinjaya saat ditemui di lokasi acara, Jumat (21/8/26).
Menurut Dinjaya, tingginya animo peserta yang mendaftar menunjukkan musik dangdut masih memiliki basis penggemar yang kuat di Banjarmasin. Peserta yang mengikuti lomba pun berasal dari berbagai kelompok usia.
Pemerintah Kota Banjarmasin, kata dia, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR disebut menjadi salah satu pendukung utama kegiatan.
Dinjaya mengatakan Pemko berharap lomba yang digelar di ruang publik itu tidak berhenti sebagai hiburan bagi masyarakat. Kompetisi tersebut diarahkan menjadi ruang untuk menemukan sekaligus membina talenta musik dangdut lokal.
Harapan itu disampaikan Wali Kota melalui sambutan yang dibacakan Sekda Ichrom Muftezar. Pemerintah kota ingin ajang tersebut melahirkan penyanyi dangdut Banjarmasin yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya acara ini akan timbul bibit-bibit baru yang lebih profesional lagi penampilannya, baik gaya maupun suara, agar bisa tampil nanti di ajang-ajang yang lebih tinggi, yaitu ajang nasional,” tutur Sekda
Untuk menyaring 100 peserta, panitia membagi kompetisi ke dalam tiga tahapan. Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung selama tiga malam, kemudian dilanjutkan semifinal selama dua malam sebelum memasuki babak grand final.
Pada babak penyisihan, peserta diberi keleluasaan membawakan lagu pilihan masing-masing. Persaingan akan semakin ketat di semifinal karena setiap peserta diwajibkan membawakan dua lagu.
Dari sisi penjurian, kualitas peserta dinilai berdasarkan empat aspek utama. Dewan juri mempertimbangkan teknik vokal, penampilan panggung, ekspresi, serta dinamika dalam membawakan lagu.
Salah seorang juri, Roly Irawan, mengatakan persaingan sudah mulai terlihat sejak hari pertama penyisihan. Namun, menurut dia, sebagian peserta masih belum menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Alhamdulillah, ada yang nilainya sangat luar biasa, ada juga yang masih standar. Di babak penyisihan ini mungkin masih banyak yang belum tampil maksimal. Insyaallah nanti di babak semifinal menuju final, kita bisa menemukan penampilan-penampilan terbaik mereka,” ungkap Roly Irawan.
Dengan jumlah peserta yang mencapai batas kuota, panggung Siring Pemko Banjarmasin kini menjadi arena seleksi bagi para penyanyi amatir. Dari 100 peserta tersebut, panitia akan mencari penampil terbaik yang tidak hanya mampu memenangkan Piala Bergilir Wali Kota, tetapi juga berpotensi menjadi talenta dangdut Banjarmasin menuju panggung yang lebih tinggi.(Lenka)

