
SERIBU RIAM, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Musim kemarau panjang yang memicu munculnya kabut asap, polusi debu, dan suhu ekstrem mulai mengancam kesehatan warga di Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya. Merespons potensi ledakan kasus penyakit akibat cuaca ekstrem ini, UPTD Puskesmas Muara Joloi 1 menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor pada Agustus 2026.
Langkah mitigasi mendesak ini diambil sebagai ruang evaluasi sekaligus penyusunan aksi cepat tanggap di lapangan. Kepala Desa Muara Joloi I, Rusmin Nuryandin, menegaskan bahwa dampak perubahan iklim saat ini sudah mulai meresahkan dan mengganggu aktivitas keseharian warga.
“Kegiatan ini diadakan tentunya guna mengantisipasi adanya berbagai jenis penyakit yang bisa saja timbul dari dampak kemarau panjang. Terutama yang diakibatkan oleh kabut asap, debu, panas, dan lain-lain yang saat ini mulai dirasakan masyarakat,” kata Rusmin saat ditemui di sela agenda lokakarya, Agustus 2026.
Selain menargetkan penekanan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat ancaman asap, forum ini turut membedah sejumlah isu kesehatan krusial lainnya di wilayah Seribu Riam. Di antaranya adalah percepatan penurunan angka stunting, peningkatan pemenuhan cakupan imunisasi anak, hingga revitalisasi peran Posyandu serta kader kesehatan di tingkat desa.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Muara Joloi 1, aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat setempat.
Perwakilan Puskesmas Muara Joloi 1 menekankan bahwa penanganan krisis kesehatan di tengah perubahan cuaca tidak bisa dibebankan kepada tenaga medis semata. Kesadaran dan sinergi kolektif antarelemen menjadi kunci keberhasilan deteksi dini di akar rumput.
“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Tanpa dukungan lintas sektor, program kesehatan tidak akan berjalan maksimal,” ujar perwakilan Puskesmas Muara Joloi 1.
Melalui komitmen bersama yang ditandai dengan slogan resmi “Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Muara Joloi 1 Kecamatan Seribu Riam Agustus 2026”, pihak puskesmas memastikan akan memperketat pemantauan kesehatan berbasis kewaspadaan dini agar pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal meski di tengah kepungan kemarau panjang.

