BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat akumulasi kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebanyak 2.083 kejadian dengan total luas lahan terdampak mencapai 10.095,14 hektare per 1 Januari hingga 28 Agustus 2026. Berdasarkan data SIPONGI Kemhut yang didukung pemantauan satelit NASA, terdeteksi pula sebanyak 13.726 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kalsel.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan bahwa pendataan berkala ini menjadi pijakan utama untuk menentukan prioritas pergerakan tim satgas gabungan di lapangan.

“Pemantauan terhadap kejadian karhutla terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di setiap wilayah. Data ini menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pengendalian dan penanganan secara terpadu di Kalimantan Selatan,” tegas Ronny di Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Kota Banjarbaru: Kejadian terbanyak yakni 421 kejadian (luas lahan terdampak 1.547,19 hektare).

Kabupaten Banjar: Luas lahan terdampak terbesar mencapai 2.285,72 hektare dari 389 kejadian (2.078 titik hotspot).

Kabupaten Tapin: Menyumbang titik hotspot tertinggi di Kalsel sebanyak 3.942 titik.

Kabupaten Tanah Laut: Tercatat 329 kejadian (luas lahan terdampak 1.805,05 hektare).

Kabupaten Hulu Sungai Selatan: Mencatat 2.143 titik hotspot.

Ronny menambahkan bahwa pemantauan ketat dan berkelanjutan akan terus dilakukan, mengingat tingginya angka hotspot dan sebaran Karhutla di beberapa daerah prioritas demi meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan, kesehatan, serta keselamatan masyarakat Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).