MURUNG RAYA, LenteraKalimantan.net — Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) membayangi Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, seiring meluasnya dampak kemarau panjang. Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, mewanti-wanti masyarakat agar tidak meremehkan potensi kebakaran sekecil apa pun demi mencegah lumpuhnya ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
“Api kecil itu kawan, api besar itu lawan,” ujar Rumiadi saat menghadiri acara kemasyarakatan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Puruk Cahu, Murung Raya, Minggu (30/8). Perumpamaan ini ia tekankan sebagai pengingat mendesak bagi warga Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif di musim kering.
Menurut Rumiadi, bahaya Karhutla tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga berpotensi memicu krisis pangan sistematis pada masa mendatang. “Akibat Karhutla, beberapa tahun ke depan tidak mustahil kita akan kekurangan bahan pangan seperti buah-buahan. Kerugiannya sangat besar bagi masyarakat banyak,” tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut. Menjaga hutan, tegas dia, merupakan benteng utama dalam melindungi sumber kehidupan dan stabilitas ekonomi warga.
Selain memicu kerugian ekologis dan pangan, keterbatasan jarak pandang akibat jelutong asap dan debu musim kemarau kini telah merembet pada terganggunya rantai pasok energi. Rumiadi mengungkapkan bahwa kelangkaan serta lonjakan harga BBM yang dirasakan warga saat ini merupakan dampak langsung dari kendala distribusi logistik yang terhambat cuaca buruk dan kabut asap.
“Transportasi pasokan BBM kita mengalami kesulitan karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan dampak kemarau lainnya,” jelasnya. Ia mengimbau masyarakat untuk memaklumi situasi darurat ini, seraya memastikan bahwa gangguan distribusi sedang terjadi baik secara regional maupun nasional.
Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang kian memburuk, Pemerintah Daerah Murung Raya telah mendirikan beberapa titik Posko Layanan Air Bersih, terutama untuk mencukupi kebutuhan vital warga di wilayah Kota Puruk Cahu. Langkah tanggap darurat ini diharapkan dapat memitigasi krisis air bersih selama kemarau berlangsung.
“Kita juga terus berdoa, semoga doa dari para ulama dan masyarakat dikabulkan Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” pungkas Rumiadi.
Kegiatan di GPU Puruk Cahu tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah H. Sirajulrahman, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya H. Marianto, serta tokoh masyarakat Akhirudin. Kehadiran para jajaran pemangku kebijakan di tengah warga menjadi konsolidasi penting dalam memperkuat gotong royong menghadapi ancaman bencana iklim di daerah tersebut. (Muslim)


