Menanggapi seperempat abad ADKASI, legislator Gerindra ini menekankan pentingnya pengawalan anggaran di sektor vital seperti infrastruktur, pendidikan, hingga ancaman kemarau.
PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Gerindra, Sutrisno, menegaskan pentingnya pergeseran peran wakil rakyat daerah agar lebih proaktif dalam mengawal kebijakan publik. Hal itu disampaikannya bertepatan dengan peringatan 25 tahun Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) yang jatuh pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Sutrisno menilai, keberadaan lembaga perwakilan rakyat di tingkat kabupaten bukan sekadar pemenuh struktur tata negara, melainkan benteng utama dalam mengawal otonomi dan menjamin hak-hak dasar masyarakat di tingkat akar rumput.
“DPRD Kabupaten adalah garda terdepan demokrasi. Suara rakyat harus kita perjuangkan dari desa, kecamatan, sampai ke pusat,” ujar Sutrisno saat ditemui di Puruk Cahu, Murung Raya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia menekankan bahwa penguatan tiga fungsi dasar legislatif—pengawasan, legislasi, dan penganggaran—menjadi syarat mutlak agar program pembangunan daerah tidak melenceng dari kebutuhan riil warga. “Kita harus terus bersinergi dan memperkuat fungsi pengawasan, legislasi, serta penganggaran agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat di daerah,” lanjutnya.
Di tingkat lokal, Kabupaten Murung Raya menghadapi deretan tantangan strategis yang membutuhkan respons cepat legislatif. Sutrisno menyoroti sejumlah isu krusial yang saat ini menghimpit warga Bumi Tana Malai Tolung Lingu, mulai dari ketimpangan kualitas infrastruktur, mutu layanan pendidikan dan kesehatan yang belum merata, hingga ancaman krisis pangan akibat musim kemarau.
Menurut Sutrisno, momentum seperempat abad ADKASI yang mengusung tema “Bersinergi untuk Daerah, Maju untuk Indonesia” harus diterjemahkan ke dalam kerja legislasi dan pengawasan anggaran yang konkret di lapangan.
“Kita di DPRD Murung Raya berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, dan bekerja untuk rakyat. Karena saya percaya, dari daerah yang kuat dan berdaya, Indonesia akan semakin hebat,” tegasnya.
Sebagai wadah berhimpunnya legislator tingkat kabupaten di seluruh Indonesia, ADKASI dalam 25 tahun terakhir mencatatkan empat fokus peran strategis:
-
Pengawalan Otonomi Daerah: Memastikan penyerahan kewenangan dari pusat ke daerah berjalan sesuai asas konstitusi dan berpihak pada kepentingan publik lokal.
-
Penguatan Kapasitas Legislatif: Mendorong peningkatan kapasitas anggota DPRD agar lebih responsif, profesional, dan berintegritas.
-
Pemerataan Pembangunan: Mengawal alokasi anggaran transfer daerah agar tidak menumpuk di pusat pemerintahan kabupaten, melainkan menjangkau kawasan pelosok.
-
Kemitraan Strategis: Membuka ruang dialog yang seimbang antara legislatif dan eksekutif untuk mempercepat eksekusi program prioritas daerah.
Sutrisno berharap, memasuki usia ke-25 tahun, ADKASI makin konsisten memperjuangkan penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Dirgahayu ADKASI ke-25. Semoga ADKASI terus menjadi rumah besar bagi penguatan kapasitas DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Dengan sinergi pusat dan daerah yang kuat, saya optimis Murung Raya akan semakin maju,” pungkasnya.
(Muslim)

Menanggapi seperempat abad ADKASI, legislator Gerindra ini menekankan pentingnya pengawalan anggaran di sektor vital seperti infrastruktur, pendidikan, hingga ancaman kemarau.