PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., mengimbau seluruh lini pemerintahan dan elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dinilai menjadi fondasi utama demi mengejar target Visi Murung Raya Sejahtera 2045.
Barlin menegaskan, pencapaian target pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan bermartabat tidak mungkin diakomodasi oleh kerja tunggal lembaga tertentu, melainkan lewat sinergi yang inklusif.
“Tidak ada kesuksesan yang bisa kita capai tanpa adanya kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak,” kata Barlin di Puruk Cahu, Senin, 31 Agustus 2026.
Politikus tersebut menyoroti pentingnya ruang musyawarah sebagai titik awal perumusan kebijakan publik yang akuntabel dan tepat sasaran. Menurut dia, pengambil kebijakan tidak boleh menutup diri dari partisipasi publik, mulai dari tingkat tapak hingga para ahli.
“Pemerintah, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat harus duduk satu meja. Dari situlah lahir kesepakatan dan peta jalan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” ujar Barlin.
Ia menilai, skema dialog multipihak akan memangkas inefisiensi anggaran dan memastikan program pemerintah daerah berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat Murung Raya.
Di tengah arus modernisasi pembangunan menuju 2045, Komisi II DPRD Murung Raya mendorong revitalisasi Handep—tradisi gotong royong lokal yang menjadi jati diri masyarakat setempat. Barlin menyebut nilai-nilai kultural ini sangat relevan untuk menjaga soliditas sosial saat menghadapi dinamika pembangunan daerah.
“Jika kita semua mau berkolaborasi dan saling menguatkan, saya optimis target-target pembangunan akan tercapai lebih cepat. Tujuan akhirnya jelas: bagaimana kita bisa mewujudkan Murung Raya Sejahtera 2045 — daerah yang maju, mandiri, dan masyarakatnya hidup sejahtera serta bermartabat,” kata Barlin menutup keterangannya.


