PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET— Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, memperketat pembinaan mental dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Lewat agenda pembinaan kerohanian rutin bulanan, seluruh ASN Kristiani diingatkan untuk mengubah cara pandang dalam menjalankan tugas birokrasi: dari sebatas bekerja formalis menjadi pelayanan publik yang berdedikasi.

Pesan tegas tersebut mengemuka dalam ibadah dan pembinaan mental ASN Kristen di Aula Cahai Ondhui Tingang, Kompleks Kantor Bupati Murung Raya, Kamis, 17 September 2026.

Mewakili Bupati Murung Raya Heriyus, Kepala Dinas Perhubungan Ferdinand Wijaya menegaskan standar pelayanan publik tidak cukup hanya bersandar pada regulasi tertulis, melainkan harus menyentuh pendekatan humanis.

“Melayani dengan kasih adalah kunci pelayanan yang humanis. Laksanakan amanah dengan hati, bukan hanya dengan aturan,” kata Ferdinand di hadapan para ASN yang hadir.

Senada dengan hal itu, Pendeta Handreas Paron yang hadir sebagai penceramah menekankan pentingnya moralitas kerja tanpa bergantung pada sistem pengawasan formal. Dalam khotbah bertajuk “Melayani Bukan Sekadar Bekerja”, ia menyoroti fenomena disiplin semu yang kerap terjadi di lingkungan birokrasi.

“Jangan bekerja hanya saat ada pengawasan. Kerjakan tugas dengan segenap hati, penuh tanggung jawab, dan jadilah teladan lewat sikap serta perilaku, baik di lingkungan kantor maupun di tengah masyarakat,” tegas Handreas.

Ia menambahkan, pembinaan integritas ini bertujuan agar keberadaan ASN Kristiani mampu memberikan dampak sosial positif serta menjadi teladan etik di lingkungan kerja masing-masing.

Langkah pembinaan spiritual terpadu ini menjadi salah satu strategi Pemkab Murung Raya dalam mereformasi karakter aparatur sipil. Pembinaan tak sekadar rutinitas ritual, namun diproyeksikan untuk membentuk profil ASN yang profesional, cerdas, humanis, dan harmonis bagi seluruh masyarakat di daerah bertajuk Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut.
(Muslim)