MURUNG RAYALENTERAKALIMANTAN.NET

Kepala Desa Tumbang Masao, Salim Ismail, resmi mempersunting Sindy dalam resepsi pernikahan yang disulap menjadi pesta rakyat di Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Hajatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 19–20 September 2026, ini menyedot perhatian ribuan warga lokal hingga desa tetangga.

Kemeriahan pesta pernikahan sang kades memuncak saat kolaborasi hiburan khas Kalimantan Tengah tampil di panggung utama. Alunan musik dari UNP Sound System bertajuk The Real Remix Dayak yang menggelegar dipadu dengan aksi panggung DJ Odiz asal Banjarmasin sukses menghibur para tamu undangan dan warga yang memadati lokasi sejak pukul 08.00 WIB.

Sederet seniman daerah turut menyemarakkan suasana. Penampilan Liinda, penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI), menjadi salah satu magnet utama acara, didampingi vokalis Dhea Nada dan Emika Shatya. Acara dipandu oleh pemandu acara Ari Jamiang dan Edi Saputra, serta didukung kehadiran pemilik UNP Sound System, Andra, bersama Indung Marantika.

Di tengah riuhnya perayaan, Salim Ismail menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah daerah yang hadir mengawal kelancaran acara.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya Salim Ismail dari pihak mempelai pria dan istri saya Sindy dari pihak mempelai wanita, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada unsur Tripika Forkopimcam Kecamatan Sumber Barito yang berkenan hadir, Aparatur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tamu undangan dari desa-desa tetangga, dan terkhusus kepada Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya,” kata Salim.

Salim menegaskan kelancaran pesta perkawinannya merupakan wujud nyata kebersamaan warga di kawasan pedalaman Murung Raya tersebut.

“Terima kasih juga kepada seluruh lapisan masyarakat yang sudah berkenan hadir dan membantu dari awal perencanaan hingga acara selesai dengan tertib, aman, dan lancar. Ini bukti nyata kebersamaan dan gotong royong kita di Tumbang Masao,” ujarnya.

Selain sebagai wadah silaturahmi antarwarga desa, Salim memaknai pernikahan ini sebagai bentuk ibadah dan penjalanan syariat.

“Mewakili kedua belah pihak, kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagaimana kami telah menjalankan Sunnah Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Semoga pernikahan ini diberkahi dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ucapnya.

Hingga penghujung acara, rangkaian resepsi berjalan aman dan kondusif. Perhelatan ini tak sekadar menjadi momen personal bagi pasangan pengantin, melainkan juga wahana mempererat persatuan dan tali silaturahmi warga Desa Tumbang Masao dan sekitarnya.

(Muslim)