PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Murung Raya menyalurkan bantuan paket sembako kepada Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya pada Selasa, 22 September 2026. Aksi sosial ini digulirkan sebagai bentuk dukungan moral dan logistik di tengah tingginya ancaman bahaya paparan kabut asap di wilayah tersebut.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua DPC PPP Murung Raya sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., dan diterima oleh Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahariman.

Johansyah menegaskan aksi ini dipicu oleh keprihatinan atas beratnya beban kerja para petugas garda depan yang bekerja tanpa kenal lelah demi menekan dampak Karhutla.

“Di tengah situasi yang berat dan penuh tantangan ini, kami ingin hadir memberikan dukungan nyata kepada seluruh anggota tim yang telah berjuang siang dan malam. Bantuan sembako ini memang tidak seberapa, semoga dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban, sekaligus menjadi penyemangat agar tetap teguh menjalankan tugas mulia ini demi keselamatan dan kesejahteraan warga Murung Raya,” ujar Johansyah di lokasi penyerahan.

Langkah solidaritas tersebut disambut hangat oleh pihak otoritas penanggulangan bencana daerah. Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahariman, menyampaikan apresiasinya atas atensi politikus PPP tersebut terhadap kondisi fisik dan operasional personel lapangan.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari DPC PPP Murung Raya. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami, menjadi suntikan semangat agar tim semakin kuat dan kompak dalam mempercepat penanganan karhutla serta pemulihan kondisi lingkungan dan kualitas udara di daerah kami,” ungkap Fitrianul.

Inisiatif ini diharapkan mampu memicu penguatan sinergi lintas sektor antar pemangku kepentingan di Murung Raya. Kerja sama terpadu dinilai menjadi kunci utama untuk mempercepat penanganan krisis karhutla yang kian mengancam kesehatan serta melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

(Muslim)