MURUNG RAYA, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Amuk si jago merah menghanguskan satu unit bangunan di SMAN 1 Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu, 30 September 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini memicu kekhawatiran atas keberlanjutan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kobaran api melahap struktur bangunan dengan cepat dan membubung bersama asap hitam pekat, memancing kepanikan warga di sekitar kawasan sekolah.
Melihat kobaran api makin membesar, warga setempat merapat ke lokasi untuk membantu mengamankan area sekitar guna mencegah lidah api merembet ke bangunan gedung lain.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Murung Raya yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan intensif. Api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya hingga situasi dinyatakan aman dan kondusif.
Pihak berwenang mengonfirmasi seluruh siswa dan staf selamat tanpa ada korban jiwa. Namun, rincian fasilitas pendidikan yang hangus serta total kerugian materiil masih dalam tahap pendataan ketat oleh pihak terkait.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih misterius. Pihak kepolisian dan instansi berwenang menggelar penyelidikan intensif serta mengumpulkan keterangan dari para saksi mata dan pihak sekolah guna menyusun kronologi kejadian.
Pemerintah daerah bersama pengelola SMAN 1 Sungai Babuat didesak segera mengambil langkah tanggap darurat, termasuk merumuskan penyesuaian skema kegiatan belajar mengajar agar hak pendidikan para siswa tidak terhenti pascabencana.
(Muslim)


