Keterangan foto: wawancara bersama ketua Gepak Kalsel didampingi Sekjen dan Bendahara 

BANJAR, LENTERAKALIMANTAN.NET — Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk kembali mengaktifkan roda organisasi yang sempat vakum. Konsolidasi internal ini ditujukan agar pemuda dan masyarakat adat Kalimantan tidak sekadar menjadi penonton di tengah melimpahnya sumber daya alam (SDA) di daerahnya sendiri.

Pernyataan tersebut ditegaskan H.Junaidi selaku Ketua terpilih GEPAK Kalsel menyusul agenda keberangkatan jajaran pengurus GEPAK Kalsel ke Samarinda, Kalimantan Timur, guna menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) GEPAK ke-25 sekaligus mengambil Surat Keputusan (SK) Definitif Kepengurusan.

“Kami ingin Kalimantan punya peran strategis di Indonesia. Jangan sampai kita jadi tamu di daerah sendiri; kita punya sumber daya alam melimpah, tapi hasilnya dinikmati orang lain,” ujar Ketua GEPAK Kalsel H.Junaidi di sela peresmian Sekretariat DPW GEPAK Kalsel di Jalan Tatah Amuntai Raya, Komplek Margasana Asri No. 1, Kabupaten Banjar pada, RKanis (1/10/26).

Selain menjemput SK definitif, kunjungan ke markas pusat GEPAK di Samarinda bakal dimanfaatkan untuk mengonsultasikan berbagai persoalan daerah, termasuk mengembalikan marwah persatuan masyarakat Kalimantan melalui wacana agenda kebudayaan Aruh Ganal. Agenda ini dinilai penting untuk membangkitkan kembali konsolidasi antartokoh Banua yang sempat mandek sejak masa kepemimpinan mendiang Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.

GEPAK Kalsel menekankan fokus utama organisasi berlandaskan pada tiga pilar sinergis: lembaga GEPAK itu sendiri, masyarakat, dan Pemerintah Daerah dan 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Ketiga elemen ini diposisikan saling menopang untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal dan masyarakat adat di seluruh pelosok Kalimantan, khususnya warga Dayak Meratus yang rentan tersingkir dari ruang hidup dan lapangan kerja.

“Salah satu program kerja prioritas kami adalah mengangkat derajat masyarakat adat. Kami ingin anak-anak Kalimantan ke depannya benar-benar profesional, mandiri, dan menguasai daerahnya. Jangan sampai di sektor pertambangan, misalnya, warga lokal justru terasingkan,” lanjutnya.

Mengenai mekanisme pelantikan pengurus GEPAK Kalsel, H.Junaidi menepis wacana bahwa prosesi pelantikan bakal digabung langsung dengan puncak peringatan ulang tahun organisasi di Kalimantan Timur. “Sesuai dengan tata kelola dan kelaziman organisasi, agenda pelantikan kepengurusan DPW GEPAK Kalsel akan digelar secara tersendiri di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Rangkaian pembentukan struktur baru ini diawali dengan syukuran peresmian sekretariat baru GEPAK Kalsel yang berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan. Acara syukuran tersebut turut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalsel Adv. H. Rachmad Fadillah, S.H. beserta jajaran, Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kalsel Sugiannor, S.E., serta puluhan jurnalis dari berbagai media siber. (Nawarin)