
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, menyerukan ajakan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai krusial demi melindungi kesehatan warga, perekonomian daerah, serta kelestarian ekosistem hutan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu, terlebih saat memasuki musim kemarau.
Rumiadi menekankan dampak Karhutla tidak hanya merusak daya dukung lingkungan secara luas, tetapi juga secara langsung mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem hutan Kalimantan.
“Hutan adalah paru-paru dunia dan rumah bagi ribuan satwa. Mari kita jaga bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Satu percikan api bisa menghancurkan ekosistem dan masa depan anak cucu kita,” ujar Rumiadi, Kamis (08/10/26)
Menurutnya, efektivitas penanggulangan Karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat. Kerjasama ini penting untuk mendeteksi serta memadamkan potensi api sebelum meluas.
Guna mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar, warga diminta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Rumiadi mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kemunculan titik api (hotspot) di wilayahnya.
Ia menegaskan kembali menjaga kelestarian hutan merupakan investasi jangka panjang bagi keseimbangan alam, keselamatan flora dan fauna, serta kelangsungan hidup masyarakat Murung Raya di masa depan.
(muslim)

