
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
UPTD Kebun Raya Banua mengandalkan keberadaan Embung Kebun Raya sebagai penopang utama pasokan air guna menjaga kelangsungan hidup ribuan vegetasi koleksi di tengah ancaman kemarau panjang. Pemanfaatan embung ini dikombinasikan dengan pengoptimalan jaringan irigasi pipa serta armada truk tangki.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, memaparkan volume air di Embung Kebun Raya hingga kini masih tergolong aman untuk menyuplai kebutuhan penyiraman secara berkala ke seluruh zona kawasan.
“Untuk sumber air, alhamdulillah kita memiliki Embung Kebun Raya yang merupakan sumber air terbesar. Selama ini sumber air cukup untuk menyuplai seluruh area Kebun Raya,” ujar Rahmat di kawasan Open Space Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Rabu (14/10/2026).
Guna memastikan efektivitas distribusi air, pengelola menerapkan dua jalur penyiraman, yakni melalui perbaikan jaringan perpipaan yang rusak serta penyiraman manual menggunakan truk tangki. Selain itu, petugas melakukan teknik pemboran/pembokoran tanah di sekitar pangkal tanaman agar air dapat meresap langsung ke perakaran utama.
Rahmat mengakui, meski ketersediaan air baku di embung terbilang mencukupi, cuaca terik yang ekstrem tetap berdampak pada beberapa jenis tanaman hingga mengalami kekeringan berat. Pengelola pun meningkatkan pengawasan intensif di tiap zona koleksi guna menekan risiko kematian tumbuhan dan mempertahankan fungsi konservasi Kebun Raya Banua(mckalsel/lnk).

