PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET Fenomena maraknya judi online dan peredaran gelap narkotika yang merambah hingga ke pelosok daerah kian mengancam masa depan generasi muda di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Menanggapi ancaman serius tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, mendesak aksi nyata dan pembentengan lingkungan sosial secara masif dari tingkat keluarga hingga pemerintah daerah.
Bebie menegaskan maraknya praktik kenakalan remaja, perjudian konvensional maupun digital, serta penyalahgunaan narkoba bukan lagi sekadar persoalan moralitas biasa, melainkan ancaman sistemik terhadap pembangunan daerah.
“Anak muda Murung Raya adalah aset paling berharga, calon pemimpin dan penggerak pembangunan daerah ini. Jangan sia-siakan masa depan kalian dengan terjerumus ke dalam pergaulan bebas, judi, apalagi narkoba. Sekali terjerumus, sangat sulit untuk kembali dan dampaknya akan dirasakan seumur hidup,” kata Bebie di Puruk Cahu, Rabu (21/10/26)
Menurut legislator berlatar akademis multidisiplin ini, dampak destruktif judi dan narkoba saling berkaitan erat dalam merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Judi memicu kehancuran ekonomi dan tindak kriminalitas, sedangkan narkoba secara langsung merusak kesehatan fisik dan fungsi saraf generasi muda.
“Judi hanya akan membuat miskin, memicu kriminalitas, dan menghancurkan rumah tangga. Narkoba jelas merusak otak, kesehatan, dan masa depan. Keduanya adalah musuh nyata pemuda. Murung Raya tidak butuh generasi yang rusak, Murung Raya butuh pemuda yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, dan berakhlak,” tegasnya.
Guna menangkal gempuran pengaruh negatif tersebut, Bebie mengimbau para pemuda di Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk lebih selektif dalam memilih lingkaran pergaulan (circle) dan menjauhi titik-titik rawan kenakalan remaja.
Ia menilai kemampuan memilah lingkungan sosial harus ditopang oleh dua fondasi utama:
-
Peningkatan Spiritual dan Nilai Lokal: Memperkuat iman, ketaqwaan, serta memegang teguh nilai-nilai adat budaya leluhur yang menjunjung moralitas tinggi.
-
Pengalihan Energi Kreatif: Mengarahkan potensi anak muda ke kegiatan produktif seperti olahraga, organisasi kepemudaan, kewirausahaan, literasi, hingga pelestarian seni dan budaya lokal.
Di akhir pernyataannya, Bebie menekankan pentingnya intervensi bersama secara kolektif. Pembinaan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada individu remaja semata, melainkan butuh keterlibatan aktif dari orang tua, tokoh agama, tokoh adat, hingga aparat pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita berjuang sendiri menghadapi ancaman ini. Perlu kolaborasi dan gerakan bersama untuk merapatkan barisan demi menyelamatkan generasi muda Murung Raya,” ujar Bebie menutup keterangannya.


