
KALSEL LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam mengakselerasi penurunan angka stunting. Langkah ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) LKD Tahun 2026 yang diikuti 55 peserta dari 11 kabupaten di Banjarmasin, Senin (26/10/2026).
Kepala Dinas PMD Kalsel, Iwan Ristianto, menegaskan pembangun desa wajib berimbang antara fisik dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penanganan stunting menjadi prioritas yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena dipengaruhi pola asuh, ketahanan pangan, sanitasi, hingga akses air bersih.
Iwan menjelaskan LKD—seperti RT, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan LPM—memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah desa yang berinteraksi langsung dengan warga.
“Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kesadaran, mengidentifikasi persoalan di lingkungan masyarakat, serta mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga,” ujar Iwan, Senin (26/10/2026).
Lewat Bimtek ini, pengurus LKD dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis agar desa siap menjadi garda terdepan pencegahan stunting. Pemprov Kalsel berharap penguatan sinergi kelembagaan desa dapat melahirkan generasi Banua yang sehat, cerdas, dan produktif(mckalsel/lnk).

