
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan resmi menutup rangkaian Pelatihan Manajemen Risiko (Risk Management) Tahun 2026 di Aula UPTD Sertifikasi Kompetensi SDM, Banjarbaru, Jumat (30/10/2026). Pelatihan ini dirancang untuk membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memiliki kecakapan memitigasi hambatan dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel.
Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Sarah Hidayani, menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan instrumen krusial di tengah dinamika birokrasi yang menuntut kecepatan dan inovasi pelayanan publik.
“Dunia birokrasi saat ini menuntut kita bergerak cepat dan inovatif, namun setiap pembaruan dan kebijakan baru pasti membawa potensi hambatan atau risiko. Oleh karena itu, kemampuan untuk memetakan, menganalisis, serta memitigasi risiko sejak dini adalah sebuah keharusan,” ujar Sarah, Jumat (30/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari dengan metode blended learning ini diikuti secara antusias oleh para peserta dari berbagai perangkat daerah. Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif yang mencakup ujian akhir, penilaian sikap, dan keterampilan, BPSDMD Kalsel turut memberikan apresiasi kepada lima peserta dengan perolehan nilai terbaik:
Ahmad Riyadi (BPSDMD Provinsi Kalsel)
Putri Alisa Setyawan (Bappeda Provinsi Kalsel)
Santi Endah Lestari (BPBD Provinsi Kalsel)
Rini Amberwati (Disperkim Provinsi Kalsel)
Restia Hafsari (Bappeda Provinsi Kalsel)
Melalui pembekalan ini, Pemprov Kalsel berharap para lulusan pelatihan dapat menjadi agen perubahan yang menularkan budaya sadar risiko di instansi masing-masing, sehingga pengambilan keputusan dan perencanaan program kerja ke depan semakin terarah dan terkendali(mckalsel/lnk).

