
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Posyandu Tahun 2026 di Banjarmasin, Senin (2/11/2026). Langkah ini ditujukan untuk memperluas fungsi kader Posyandu agar tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan yang diikuti oleh para kader Posyandu dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel ini dibuka langsung oleh Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.
Hj. Fathul Jannah menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan ini menempatkan kader Posyandu sebagai ujung tombak dalam memetakan serta mendata berbagai kebutuhan warga di tingkat desa dan kelurahan secara presisi.
“Peran Posyandu saat ini semakin luas seiring penerapan enam bidang SPM, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Perluasan peran ini menempatkan kader Posyandu sebagai ujung tombak dalam mengenali berbagai persoalan dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Hj. Fathul Jannah, Senin (2/11/2026).
Melalui pembekalan ini, para kader diharapkan dapat mengidentifikasi isu-isu krusial daerah—seperti akses pendidikan anak usia dini, sanitasi dan air bersih, rumah tidak layak huni, hingga perlindungan kelompok rentan—serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap temuan lapangan dapat segera diintervensi oleh instansi terkait(mckalsel/lnk).

