​BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Gedung General Building Student Activity Center Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menjadi arena diskusi publik bertajuk “Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?”, Senin (2/11/2026). Forum kerja sama media Kalimantan Post dan mitra ini membedah kesiapan Kalimantan Selatan sebagai mitra strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

​Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Staf Khusus Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, secara daring. Diskusi juga dihadiri langsung Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, beserta jajaran Tenaga Ahli Gubernur Kalsel.

​Dalam paparannya, Febrian Alphyanto Ruddyard menekankan bahwa Kalsel memiliki keunggulan komparatif—seperti kedekatan geografis dengan Pulau Jawa, jaringan sungai, dan nilai ekspor pelabuhan yang mencapai 12,13 miliar dolar AS pada 2025. Menurutnya, Kalsel harus bertransformasi dari sekadar wilayah transit menjadi pusat nilai tambah ekonomi terintegrasi melalui tiga sektor utama: penguatan pangan, hilirisasi industri (Kawasan Industri Batulicin dan Jorong), serta konektivitas logistik terpadu (Pelabuhan Swarangan).

​“Integrasi infrastruktur, layanan, dan data diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kalsel dalam ekosistem Nusantara Economic Superhub,” tegas Febrian, Senin (2/11/2026).

​Menanggapi arahan pusat, Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menegaskan bahwa Pemprov Kalsel telah mengunci posisi daerah sebagai gerbang logistik Kalimantan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selaras dengan RPJMN.

​“Jadi, pada saat kita membuat RPJMD, ada beberapa target yang mengacu pada RPJMN. Kita juga menempatkan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan. Jadi, bukan hanya Kalimantan Selatan, tetapi gerbang logistik Kalimantan yang terhubung melalui jalur darat maupun laut,” ujar Astuti.

​Sinergi antara penguatan infrastruktur logistik, hilirisasi komoditas, dan pemanfaatan riset perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Banua menuju Indonesia Emas 2040(mckalsel/lnk).