TANTALENTERAKALIMANTAN.NET

Satu bulan pasca-tanam, hamparan jagung pakan hibrida di Desa Tanta Hulu menunjukkan progres signifikan. Personel Polsek Tanta melakukan pengecekan intensif pada Senin (11/5/2026) untuk memastikan komoditas pendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tabalong ini tumbuh optimal tanpa kendala hama maupun pengairan.

Pengecekan menyasar lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Rumpun Ayah di RT 04. Kapolsek Tanta, Ipda Aris Sufahriadi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari fungsi pendampingan Polri untuk menjamin produktivitas sektor pertanian lokal.

“Kami melakukan pengecekan terhadap tanaman jagung yang telah memasuki usia satu bulan. Ini adalah bentuk dukungan nyata Polri terhadap program ketahanan pangan masyarakat,” ujar Ipda Aris

Dua personel Bhabinkamtibmas, Aipda Murjito dan Brigadir Rekyana AP, terjun langsung ke lapangan untuk mengukur perkembangan tanaman. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, berikut adalah status terkini lahan Poktan Rumpun Ayah:

  • Varietas: Bibit hibrida Syngenta Perkasa Sakti NK6172-Bt11xGA21.

  • Tinggi Tanaman: Mencapai 100 hingga 150 sentimeter.

  • Fase Pertumbuhan: Memasuki tahap vegetatif akhir (pertumbuhan batang dan tunas).

  • Metode Pengairan: Kombinasi tadah hujan dan irigasi teknis yang dinilai sangat mencukupi untuk musim tanam saat ini.

Meskipun ditanam secara swadaya dengan pola tanam tunggal, kondisi tanaman dilaporkan tumbuh subur secara merata. Jika tren pertumbuhan ini stabil, panen raya diperkirakan akan berlangsung pada Juli 2026.

Di tempat terpisah, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah petani bukan sekadar formalitas, melainkan upaya psikologis untuk memotivasi sektor agraris.

“Kegiatan pengecekan dan pendampingan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan hasil pertanian sehingga mampu mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tabalong,” kata Iptu Heri.

Langkah Polsek Tanta ini selaras dengan kebijakan nasional yang menempatkan Polri sebagai salah satu instrumen pendamping dalam memperkuat kemandirian pangan, khususnya di wilayah-wilayah penyangga seperti Tabalong. Dengan pengawasan rutin, potensi gagal panen akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) diharapkan dapat dideteksi dan dimitigasi sejak dini.

Bagikan: