TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Langkah penguatan ketahanan pangan nasional kini merambah hingga ke pelosok Desa Muang, Kecamatan Jaro. Personel Polsek Jaro mulai mengintensifkan monitoring terhadap komoditas strategis, salah satunya melalui pengecekan berkala pertumbuhan jagung pakan hibrida di lahan pertanian warga pada Kamis (14/5/2026) pagi.
Bhabinkamtibmas Desa Muang, Aiptu Jamil Ripani, turun langsung ke lahan seluas satu hektare milik H. Sarbani untuk memastikan fase vegetatif tanaman berjalan optimal. Langkah ini merupakan bagian dari instruksi kepolisian untuk melakukan pendampingan melekat pada sektor-sektor produktif di daerah.
Kapolsek Jaro, Iptu Agus Suprianto, menjelaskan bahwa pengawasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan nyata Polri terhadap kelompok tani. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tanaman jagung hibrida tersebut kini memasuki usia delapan minggu sejak masa tanam pada 19 Maret lalu.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman yang dikelola masyarakat bersama kelompok tani. Estimasi panen diprediksi jatuh pada Juli 2026 mendatang,” terang Iptu Agus.
Meski pertumbuhan terlihat stabil dengan pola tanam monokultur, pihak kepolisian mencatat sejumlah tantangan teknis. Pengolahan lahan memang telah menggunakan traktor, namun ketergantungan pada sistem tadah hujan dan sumur bor membuat keberhasilan panen sangat bergantung pada fluktuasi cuaca.
Selain faktor pengairan, ancaman serangan hama menjadi perhatian serius. Polsek Jaro mengidentifikasi potensi gangguan dari ulat grayak (Spodoptera frugiperda), penyakit bulai, hawar daun, hingga busuk batang yang dapat mengoreksi kuantitas dan kualitas hasil panen secara signifikan.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, menegaskan bahwa jajaran Polres Tabalong akan terus konsisten melakukan pendampingan dan monitoring pada sektor pertanian.
“Kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Diharapkan melalui sinergi antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat, sektor pertanian khususnya jagung pakan dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kasi Humas Heri Siswoyo.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu memitigasi risiko kegagalan panen sekaligus memastikan ketersediaan pakan ternak di wilayah Tabalong tetap terjaga di tengah tantangan iklim global.











