PALANGKA RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pemadaman listrik secara bergilir kembali melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi yang berulang setelah sempat normal selama beberapa pekan ini memicu kritik keras dari Anggota DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, yang mendesak PT PLN (Persero) untuk memprioritaskan pemulihan pasokan arus listrik.
Sirajul menegaskan, PLN harus mengambil langkah darurat secara terukur agar dampak kerugian sosial dan ekonomi warga tidak semakin meluas.
“Gangguan listrik yang kembali terjadi setelah beberapa pekan sempat normal telah menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor. Kelompok yang paling merasakan dampak adalah pelaku usaha rumahan dan UMKM yang bergantung pada pasokan listrik,” tegas Sirajul Rahman saat memberikan keterangan di Palangka Raya, Selasa (28/7)
Dampak penghentian pasokan listrik secara mendadak ini tidak hanya memukul roda ekonomi mikro, melainkan juga mengancam efektivitas pelayanan dasar kepada publik. Banyak usaha kecil dan menengah (UMKM) berbasis manufaktur rumahan serta kuliner terpaksa menghentikan operasional harian mereka.
Selain merugikan para pelaku usaha secara finansial, terputusnya arus listrik secara berkala di sejumah fasilitas publik berpotensi menghambat pemenuhan kebutuhan administrasi dan pelayanan kesehatan dasar masyarakat di daerah.
Guna menanggulangi situasi tersebut, DPRD Kalteng mendorong manajemen PLN bersama jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) terkait untuk segera mengeksekusi dua fokus utama:
-
Perbaikan Infrastruktur: Melakukan audit menyeluruh dan perbaikan teknis pada jaringan transmisi guna menjamin keandalan pasokan.
-
Transparansi Komunikasi Publik: Menyampaikan informasi pemadaman secara proaktif dan transparan agar masyarakat mendapatkan kepastian jadwal serta penanganan.
Langkah konkret ini dinilai mendesak agar masyarakat dan dunia usaha tidak terus-menerus dirugikan oleh ketidakpastian pasokan daya listrik.











