PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya mendesak seluruh lapisan masyarakat di Bumi Tanah Malai Tolung Lingu untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak mulai awal Agustus 2026. Aksi nasionalisme ini digaungkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus persiapan menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Imanudin, S.Pd.I., menegaskan bahwa pengibaran Sang Saka Merah Putih di pemukiman, perkantoran, fasilitas pendidikan, hingga area publik bukan sekadar ritual tahunan biasa. Langkah ini merupakan simbol atas komitmen menjaga persatuan dan bentuk syukur atas kemerdekaan bangsa.

“Dengan penuh rasa syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, mari kita sambut bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Ini adalah penghormatan kita kepada para pejuang yang telah mengorbankan segalanya demi Indonesia,” ujar Imanudin saat memberikan keterangan di Puruk Cahu, Sabtu (2/8/2026).

Guna menyuntikkan semangat gotong royong dan kebangsaan di tengah dinamika masyarakat, DPRD Murung Raya merumuskan lima poin penguat nasionalisme yang ditujukan kepada seluruh elemen daerah:

  1. Kemerdekaan Adalah Amanah: Kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan amanah yang lahir dari pengorbanan pahlawan dan wajib dijaga bersama.

  2. Bendera Adalah Identitas: Pengibaran Merah Putih di setiap sudut hunian menegaskan ikatan persatuan sebagai satu bangsa.

  3. Syukur Lewat Karya Nyata: Penghormatan terbaik kepada pejuang diwujudkan melalui kontribusi nyata dan kerja jujur dalam membangun daerah.

  4. Persatuan Adalah Kekuatan: Seluruh masyarakat Murung Raya diajak mempererat kebersamaan demi mendorong kemajuan daerah dan nasional.

  5. Generasi Penerus Adalah Harapan: Penanaman nilai-nilai sejarah dan kebangsaan sejak dini menjadi pondasi bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi.

Seruan pengibaran bendera ini diharapkan berjalan secara masif dan terkoordinasi, mulai dari tingkat pemerintah desa, instansi swasta, hingga lingkungan keluarga.

Selain memupuk kembali nilai-nilai toleransi dan persatuan di daerah, gerakan pengibaran bendera sepanjang bulan Agustus ini disiapkan sebagai momentum pembuka menuju puncak Upacara Peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2026 mendatang.

(Muslim)

Bagikan: