Sumber BaritoLENTERAKALIMANTAN.NET-

Musim kemarau yang menyurutkan debit air Sungai Barito justru memicu geliat kehidupan sosial warga Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya. Di tengah surutnya arus sungai, kemunculan formasi batu alam unik bernama Batu Ingking mendadak jadi magnet yang menyedot perhatian dan menyatukan aktivitas warga setempat.

Formasi batu yang terletak tepat di tengah aliran Sungai Barito ini memiliki bentuk menyerupai tungku bersegi tiga. Ketika air surut, area sekitar Batu Ingking berubah menjadi ruang publik terbuka: tempat anak-anak bermain, arena cuci dan mandi warga, hingga lokasi favorit untuk berswafoto.

Namun, di balik keindahan visualnya, Batu Ingking menyimpan nilai historis mendalam bagi masyarakat Tumbang Masao. Batu tersebut diyakini sebagai penanda geometris sekaligus simbol fondasi awal berdirinya desa.

“Batu ini adalah simbol awal mula desa kita dibangun. Bentuknya seperti tungku—tempat berkumpul, memasak, dan berbagi cerita. Dari sinilah orang-orang dulu memulai kehidupan di Tumbang Masao,” ujar Neni Karlina, S.Pd., tokoh pendidik yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Desa Tumbang Masao, saat ditemui di lokasi.

Neni secara rutin memanfaatkan momen kemarau untuk memboyong anak-anak didik PAUD menuju Batu Ingking. Menurutnya, edukasi lapangan ini penting agar generasi muda memahami akar sejarah dan kearifan lokal desanya secara langsung, bukan sekadar lewat narasi lisan.

Seiring meningkatnya intensitas aktivitas warga di sekitar sungai selama kemarau, ancaman baru turut membayangi. Perubahan debit air yang fluktuatif serta potensi penumpukan sampah domestik mulai mengancam kelestarian ekosistem Sungai Barito dan keberadaan situs sejarah lokal tersebut.

Neni menekankan bahwa perlindungan terhadap Batu Ingking tidak boleh berhenti pada batas komersialisasi objek wisata semata, melainkan harus dibarengi dengan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan sungai.

“Mari kita jaga sungai kita. Jaga kebersihannya, jaga ceritanya. Agar anak cucu kita nanti juga bisa duduk di Batu Ingking dan tahu dari mana mereka berasal,” kata Neni menegaskan.

Bagi warga Desa Tumbang Masao, Sungai Barito adalah urat nadi kehidupan, dan Batu Ingking merupakan monumen hidup yang terus merekatkan ingatan kolektif mereka tentang kebersamaan dan penghormatan terhadap alam.

(Muslim)