PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanik) Kabupaten Murung Raya mengambil langkah taktis menghadapi ancaman kemarau panjang. Demi menekan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Distanik Murung Raya, Sri Karyawati, menggelar bimbingan edukatif secara daring (online) yang menyasar para petani dan peternak hingga ke pelosok desa di Murung Raya.

Bimbingan berbasis teknologi digital ini sengaja dipilih untuk memangkas sekat geografis wilayah pedalaman Murung Raya, sehingga imbauan pencegahan dapat diserap secara cepat dan merata. Sri Karyawati menegaskan tiga instruksi krusial yang wajib diterapkan selama masa krisis air berlangsung:

  1. Mitigasi Kesehatan Ternak

    Peternak diimbau menjamin ketersediaan air bersih, memperketat sanitasi kandang, dan menjaga sirkulasi udara guna mencegah timbulnya stres termal (heat stress) serta wabah penyakit pada hewan ternak.

  2. Efisiensi Perawatan Tanaman

    Petani diminta menyesuaikan pola penyiraman—hanya pada pagi atau sore hari demi meminimalkan penguapan—serta rutin membersihkan gulma yang memicu perebutan nutrisi tanah.

  3. Pencegahan Ketat Karhutla

    Distanik melarang keras praktik pembersihan lahan dengan cara pembakaran liar yang berpotensi memicu bencana kabut asap.

“Jika harus membersihkan lahan, lakukan dengan cara yang aman. Jangan membakar sembarangan. Siapkan alat pemadam sederhana di sekitar lahan. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari,” tegas Sri Karyawati, Jumat (14/8)

Ia menambahkan, pembakaran lahan yang abai terhadap prosedur hukum dan pengawasan tidak hanya merusak kualitas udara serta kesehatan publik, tetapi juga mengancam produktivitas sektor pertanian secara keseluruhan.

Pendekatan bimbingan online ini sekaligus menjadi terobosan Distanik Murung Raya dalam membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga lokal. Melalui edukasi cepat ini, peternak dan petani dibekali pemahaman teknis agar mampu beradaptasi dengan dinamika iklim ekstrem tanpa merusak ekosistem hutan sekitarnya.

“Di samping menjaga kesehatan ternak dan kesuburan tanaman, kita juga punya tanggung jawab besar menjaga hutan dan lahan. Jangan sampai kemarau membuat kita lengah. Mari bertani dan beternak dengan cerdas dan aman,” lanjut Sri.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Distanik Murung Raya memastikan pendampingan lapangan, penyuluhan berkala, dan distribusi informasi teknis akan terus digencarkan. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan kerugian ekonomi sektor agraris sekecil mungkin, sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat Murung Raya di tengah ancaman kemarau panjang.

(Muslim)