
MUARA JOLOI — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Seribu Riam tidak terkurung dalam dinding gedung formal atau seremoni pidato belaka. Bertempat di lapangan SD Negeri Muara Joloi I – 1, ribuan warga meluapkan kegembiraan dan kebersamaan melalui pesta rakyat yang menggerakkan seluruh lapisan masyarakat.
Keputusan Panitia Peringatan HUT RI Tingkat Kecamatan Seribu Riam memilih sekolah dasar sebagai pusat kegiatan menjadi simbol mendalam: bahwa ruang publik pendidikan adalah milik bersama dan tempat paling erat untuk merawat akar kebangsaan. Di bawah bentangan spanduk utama perayaan, berbagai kegiatan kemasyarakatan digelar untuk merajut persatuan antargenerasi.
“Kemerdekaan itu milik semua. Dari anak sekolah sampai orang tua, semua harus merasakan,” tegas Jumadiah, narasumber kegiatan, saat menjelaskan filosofi di balik perayaan inklusif tersebut pada, Sabtu (15/8)
Rangkaian acara diawali dengan pemusatan kegiatan perlombaan tradisional dan olahraga di siang hari, yang kemudian bermuara pada puncak acara Malam Hiburan pada 17 Agustus 2026. Berbagai kompetisi digelar untuk memacu partisipasi aktif warga, di antaranya:
-
Olahraga Antar-Warga: Pertandingan Volly Ball Putra-Putri.
-
Lomba Tradisional & Khas Daerah: Balap Karung, Tarik Tambang, Makan Kerupuk, hingga Lomba Badasan Lambut.
Kehadiran para guru, orang tua, hingga warga desa yang memadati pinggir lapangan mempertegas fungsi sekolah sebagai ruang sosial bersama. Terpampangnya struktur Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan di dinding sekolah menjadi penanda visual bahwa penguatan nilai kebudayaan dan semangat kebangsaan berjalan selaras dengan pendidikan formal di pelosok desa.
Di tengah terik matahari dan debu lapangan, antusiasme masyarakat tetap menyala tanpa keluhan. Peringatan kemerdekaan di Seribu Riam membuktikan bahwa esensi 17 Agustus bukan sekadar serangkaian acara rutin tahunan, melainkan ruang hidup untuk mempraktikkan nilai gotong royong dan membangun energi positif dari desa.
(Muslim)

