BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas kerap menentukan batas antara hidup dan mati. Sayangnya, minimnya pengetahuan masyarakat dalam menangani korban kecelakaan di lokasi kejadian justru berpotensi memperburuk kondisi fisik korban sebelum tim medis tiba.
Menanggapi persoalan kritis tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin menggelar penyuluhan edukasi keselamatan dan mitigasi darurat bagi puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Penyuluhan ini dipimpin langsung oleh Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polresta Banjarmasin, IPDA Donny, didampingi jajaran anggota Unit Gakkum. Edukasi difokuskan pada langkah-langkah respons cepat yang presisi serta pemahaman tata cara membantu korban tanpa mengabaikan aspek keselamatan pribadi dan situasi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
IPDA Donny menegaskan kepedulian publik yang diimbangi dengan pengetahuan penanganan yang benar merupakan kunci utama mitigasi keparahan cedera pada kecelakaan jalan raya.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton atau panik saat melihat kecelakaan, tetapi mampu mengambil keputusan responsif yang tepat. Pemahaman pertolongan pertama yang benar sangat vital agar upaya penyelamatan tidak justru memperparah cedera korban,” ujar IPDA Donny di sela-sela kegiatan penyuluhan, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Melalui program edukasi ini, Kepolisian Resor Kota Banjarmasin menargetkan pembentukan karakter generasi muda yang peka dan responsif terhadap keselamatan sesama pengguna jalan. Langkah preventif dan edukatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kepolisian dalam membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan ekosistem lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Banjarmasin.


