AMUNTAI, LENTERAKALIMANTAN.NET — Keberanian menyuarakan krisis bahan bakar minyak (BBM) lokal di forum regional mengantarkan Khaidir Yahya ke panggung kepemimpinan nasional. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan ini dipastikan melenggang ke ajang puncak Future Leaders Summit (FLS) 2026 di Depok, Jawa Barat.
Nama Khaidir sempat menyedot perhatian publik saat hadir dalam rangkaian Future Leaders Camp (FLC) Regional 5 di Bali beberapa waktu lalu. Di hadapan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Panji Winanteya Ruky, ia secara lugas menyampaikan fakta kelangkaan BBM yang kerap membelenggu masyarakat di daerahnya.
Aksi kritis tersebut menjadi modal penting bagi Khaidir untuk melangkah ke tingkat nasional. Ia akan bergabung dengan puluhan pemwakilan pemuda terpilih dari seluruh regional se-Indonesia pada FLS 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.
“Agenda ini menjadi ruang kolaborasi strategis bagi para pemimpin muda untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi konkret atas berbagai tantangan bangsa,” ujar Khaidir terkait kesiapannya menghadapi forum nasional tersebut.
Berdasarkan jadwal resmi panitia, seluruh rangkaian FLS 2026 dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Jalan Raya Parung-Ciputat KM 22–23, Bojongsari Baru, Kota Depok. Para peserta dijadwalkan melakukan registrasi ulang (check-in) pada Senin, 7 September 2026 mulai pukul 14.00 WIB, hingga penutupan (check-out) pada Rabu sore.
Langkah Khaidir membawa isu kedaulatan energi daerah ke level nasional mendapat apresiasi luas. Civitas akademika STIA Amuntai dan masyarakat Hulu Sungai Utara memberikan dukungan penuh atas kiprahnya di Depok. Kehadiran putra daerah ini diharapkan tidak sekadar mengharumkan nama kampus dan kabupaten, tetapi juga memantik keberanian generasi muda daerah lain untuk aktif mengawal isu-isu publik di tingkat nasional.(Lnk)


