TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Hamparan jagung hibrida jenis Perkasa Sakti seluas satu hektare di Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, kini memasuki fase krusial. Tanaman setinggi 1,5 meter itu mulai menguning, tanda masa panen di pengujung Mei 2026 sudah di depan mata.
Memastikan stabilitas pasokan pangan lokal, personel Polsek Murung Pudak terjun langsung melakukan inspeksi mendalam pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bagian dari pengawalan program Asta Cita demi memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat desa.
Kapolsek Murung Pudak, AKP Sunaryo, menegaskan bahwa pemantauan ini bertujuan memitigasi risiko gagal panen di tahap pra-panen. Dua personel, Aiptu Ari Buana dan Aiptu Edy Suderajat, dikerahkan untuk menyisir lahan guna memastikan tanaman dalam kondisi prima.
“Kegiatan ini dilaksanakan di lahan pertanian yang rencananya siap dipanen pada bulan Mei 2026,” ujar AKP Sunaryo.
Dari hasil pantauan, tanaman jagung pakan tersebut tumbuh subur secara merata. Saat ini, tongkol jagung sedang menjalani proses pengeringan alami di pohon (fase field drying). Keberhasilan pertumbuhan ini didukung oleh pola tanam sistem tunggal dan manajemen pengairan yang mengandalkan perpaduan tadah hujan serta saluran irigasi yang terjaga.
Keterlibatan kepolisian dalam sektor agraris ini menjadi sinyalemen pergeseran peran Polri yang lebih humanis dan taktis dalam isu ekonomi kerakyatan. Fokusnya jelas: memastikan jerih payah kelompok tani tidak terganggu kendala teknis menjelang distribusi hasil bumi.
Mewakili Kapolres Tabalong, Wahyu Ismoyo, Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo menjelaskan bahwa kehadiran Polri di tengah sawah adalah manifestasi kepedulian terhadap kesejahteraan petani.
“Kegiatan monitoring dan pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses pertanian berjalan baik serta memberikan semangat kepada para petani agar hasil panen dapat maksimal,” kata Heri Siswoyo.
Heri menambahkan, Polres Tabalong beserta jajaran Polsek berkomitmen untuk terus mengawal sektor pertanian secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas lahan di Kabupaten Tabalong, sekaligus menjaga kedaulitas pangan dari lini paling bawah.
Dengan perkiraan panen yang tinggal menghitung hari, pengawasan intensif di Desa Kasiau Raya ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Tabalong untuk mengoptimalkan potensi lahan mereka. (*)











