
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ketahanan moral dan kerukunan sosial menjadi modal krusial dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, saat menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam merawat toleransi masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Rumiadi menilai, di tengah kemajemukan suku, agama, dan budaya warga Murung Raya, NU konsisten hadir sebagai penyejuk sosial sekaligus penyokong nilai-nilai kebangsaan.
“Kami mengapresiasi NU sebagai organisasi besar yang menjadi pembersatu umat dan golongan. NU hadir dengan semangat moderasi, mengajarkan Islam yang ramah, toleran, dan cinta tanah air. Ini sangat penting bagi Murung Raya yang majemuk,” ujar Rumiadi di Puruk Cahu, Jumat (28/8)
Kiprah NU di Murung Raya dinilai tak sekadar berfokus pada ranah keagamaan. Melalui berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, pengabdian organisasi ini tercatat telah menjangkau seluruh lapisan warga tanpa sekat—sejalan dengan prinsip Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa diampu secara tunggal oleh eksekutif dan legislatif semata. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan ormas keagamaan menjadi syarat mutlak percepatan pembangunan.
“Pemerintah dan DPRD tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh NU, butuh ormas keagamaan lainnya untuk bersama-sama membangun daerah. Persatuan adalah modal utama. Jika umat rukun, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat dan merata,” tegas Rumiadi.
DPRD Kabupaten Murung Raya mendorong agar penguatan kapasitas lembaga-lembaga keagamaan masuk ke dalam kerangka kebijakan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan percepatan fisik berimbang dengan penguatan karakter masyarakat.
Melalui sinergi kelembagaan ini, Murung Raya ditargetkan tidak hanya tumbuh dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi moral serta spiritual yang kokoh dalam menjaga stabilitas daerah.

