MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET
Momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei 2026 menjadi pengingat bagi penguatan demokrasi di daerah. Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa pers yang merdeka, akurat, dan beretika merupakan instrumen krusial dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, responsif, serta berpihak pada rakyat.
Rumiadi menilai, independensi pers berfungsi sebagai mitra konstitusional negara yang vital untuk menjaga akuntabilitas publik. Menurutnya, tanpa arus informasi yang jernih dan berimbang, roda pemerintahan akan kehilangan arah dalam memberikan pelayanan yang tepat sasaran.
“Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia. Rekan pers adalah mata dan telinga publik. Investigasi yang tajam, pemberitaan yang berimbang, serta edukasi informasi yang jernih sangat membantu DPRD dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang tepat,” ujar Rumiadi saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/2026).
Dalam menjalankan fungsi legislatif, Rumiadi menekankan bahwa DPRD Murung Raya berkomitmen penuh pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Fokus utama yang ia bangun mencakup transparansi proses, partisipasi publik yang bermakna, serta akuntabilitas hasil kerja.
“Regulasi harus berbasis kajian, anggaran harus berdampak, dan pengawasan harus objektif. Dengan prinsip ini, parlemen akan bekerja lebih profesional, adaptif, dan solutif terhadap persoalan masyarakat,” tegasnya.
Terkait kebijakan prioritas, Rumiadi memaparkan bahwa lembaga legislatif yang dipimpinnya kini tengah mengakselerasi sejumlah isu krusial. Fokus tersebut meliputi:
-
Penguatan layanan pendidikan vokasi.
-
Pemerataan akses kesehatan hingga ke wilayah terpencil.
-
Hilirisasi ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM melalui e-katalog.
-
Peningkatan infrastruktur konektivitas antar desa.
Dalam aspek penganggaran (budgeting) dan pengawasan (controlling), Rumiadi memastikan pihaknya menerapkan standar ketat. Ia menekankan bahwa setiap alokasi APBD wajib memiliki tolok ukur yang jelas, baik dari sisi input, output, maupun outcome.
“Efisiensi bukan berarti memangkas program, tetapi memastikan manfaat maksimal sampai ke warga. Kami mendorong digitalisasi perencanaan dan audit kinerja yang transparan,” imbuh Rumiadi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ekosistem kolaborasi Quadruple Helix. Menurutnya, kemajuan Murung Raya yang tangguh dan inklusif hanya bisa dicapai melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan tokoh masyarakat.
“Mari rawat kemerdekaan pers sebagai instrumen check and balances. DPRD terbuka untuk kritik konstruktif dan data yang kredibel. Dengan pers yang kuat, kebijakan menjadi lebih tepat, pelayanan lebih cepat, dan kepercayaan publik terus tumbuh,” pungkasnya.(Lkg)












