MUARA TEWEH – LENTERAKALIMANTAN.NET
Kodim 1013/Muara Teweh mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai fondasi memperkuat persatuan bangsa. Dandim 1013/Muara Teweh, Letkol Inf Nurwahid, S.I.P., menegaskan bahwa esensi berkurban melampaui ritual keagamaan, melainkan sebuah gerakan moral untuk merawat empati sosial di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan qurban, tetapi tentang semangat berbagi, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Letkol Inf Nurwahid dalam pesan resminya di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah,Rabu (27/5/26)
![]()
Menurut Nurwahid, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan yang diteladani dari Nabi Ibrahim AS sangat relevan dengan komitmen TNI AD. Solidaritas sosial yang lahir dari ibadah kurban dinilai sejalan dengan visi TNI AD yang harus tampil profesional, humanis, sekaligus membumi bersama rakyat.
Pesan kebangsaan dan kepedulian tersebut dirilis secara resmi oleh Letkol Inf Nurwahid bersama Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Dim 1013, Ny. Nindya Nurwahid. Melalui visual ucapan bernuansa hijau-emas yang elegan, keduanya tampil mengenakan busana muslim putih sebagai simbol kesucian dan kebersamaan.
Desain visual tersebut juga sarat akan pesan filosofis. Selain menampilkan simbol ikonik Idul Adha seperti siluet masjid dan hewan kurban, ornamen Logo Kodim 1013 serta Lambang Tambun Bungai turut disematkan. Perpaduan ini menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual keagamaan harus tetap berakar kuat pada identitas kedaerahan dan bingkai kebangsaan.
Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Kodim 1013/Muara Teweh berharap pesan seremonial ini dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata di masyarakat. Harapannya, semangat berbagi dari ibadah kurban tahun ini mampu mempererat tali solidaritas dan menjaga stabilitas sosial di wilayah Kalimantan Tengah. (Tim)











